Perahu Kertas: Berlayarlah...



Baru sempat baca novel ini meski udah beli berbulan-bulan lalu. Bertahun sebelum itu novel Dee ini ramai dibicarakan orang, tapi aku belum tertarik hingga menyaksikan trailer filmnya. Wow, kayaknya keren. Gitu deh ceritanya makanya beli novelnya dan selesai kurang lebih sehari semalam. Karena udah baca, kini saatnya nulis review dan nunggu pemutaran perdana filmnya di bioskop sebelum lebaran 2012. 

Kugy adalah gadis pemimpi yang merasa dirinya utusan Dewa Neptunus, makanya ia sering bikin surat laporan dengan menggunakan perahu kertas yang dihanyutkan di laut dan sungai dimanapun ia berada. Dimasa awal kuliahnya di Bandung, ia bertemu dengan Keenan yang kemudian dalam dunia dongengnya menjadi rekannya sebagai agen Neptunus. Pada Keenan ia bebas bercerita tentang mimpi-mimpinya menjadi penulis buku dongeng, dan Keenan bertekad mewujudkan impiannya sebagai pelukis dan mulai membuat lukisan untuk cerita-cerita Kugy. Mereka bahagia, ceria dan terus bermimpi hingga bumi yang berputar menjauhkan langkah mereka dan membenturkan mereka pada realita yang pahit dan menyakitkan. Mereka saling jatuh cinta namun tak mampu mengungkapkan perasaan masing-masing, sebab ada realitas lain yang mereka perhitungkan dan mereka hargai. Hidup menjadi pahit bagi keduanya.

Kugy berlari dari kenyataan pahitnya dengan menjadi relawan guru dan belajar gila-gilaan agar lulus dengan cepat. Keenan memutuskan melarikan diri ke Bali dan kembali melukis dengan bantuan buku Kugy. Dalam setahun, Kugy berhasil lulus dan magang disebuah perusahaan periklanan di Jakarta, sementara Keenan makin cemerlang dengan lukisan-lukisannya. Dalam pencarian dan kerinduan masing-masing, Kugy pacaran dengan Remi alias atasannya di kantor dan nyaris menikah, sementara Keenan pacaran dengan Luhde keponakan teman ibunya yang cantik, bijak dan dewasa. Sampai kemudian mereka bertemu kembali di Jakarta dalam sebuah acara pertunangan sahabat mereka. Meski masing-masing merasa senang, namun tetap tak mampu mengungkapkan cinta dan masing-masing mereka memutuskan untuk menjadi sahabat dan berkarya bersama. Mereka akan menggelar pemeran lukisan Keenan dan akan segera menerbitkan buku dongeng tulisan Kugy. 


Ending: Kugy dan Kenan bersatu. Trus kayaknya nikah dan bakal punya baby (kayaknya namanya juga berawalan K deh....). Keduanya telah dipilih oleh cinta.

Novel ini memang remaja banget dan ending bisa ditebak. Tapi yang menarik adalah bagaimana Dee menjalin proses sejak awal hingga akhir novel serupa perjalanan yang mendebarkan. Juga bagaimana Dee menyusun kata-kata, memilih tempat yang pas untuk mengaduk emosi dan meminta air mata pembaca. Jujur, aku lumayan menitikkan airmata. Jika saja kisah ini nyata, tentu sulit menjalaninya. Bravo buat Dee, karya yang sederhana tapi menyentuh. Manusia bisa memilih cinta, dan berlindung dibalik sosok yang memberi mereka cinta. Tetapi yang paling beruntung adalah mereka yang dipilih cinta, yang mengajak terbang sepasang sayap. 

Gak tahu deh keburu atau nggak nonton di Biskop menjelang lebaran nanti coz pertengahan bulan harus pulang kampung dan di kampung mana ada bioskop. 

Depok, 25 Juli 2012
Sumber gambar:
flickrhivemind.net

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram