Ben dan Juwita # 6



Di Sepanjang Jalan

Ben, hari ini udara panas membara
Langit kelabu bagai kolam lumpur namun beku
Tetapi manusia terus berjalan, 
Meski udara makin membusuk,
di sepanjang jalan itu.

Ben, 
Aku memang muak pada polusi 
Aku memang kesal pada keterlambatan
Aku memang benci pada kekacauan
Namun, rasa muak, kesal dan benci sore ini
membuatku mengerti: kita semua sedang kacau

Ben, 
Aku bersyukur, negara ini aman dari perang
dan kelaparan panjang.

Jika engkau melongok ke luar jendela, Ben
Akan kau temui sesuatu yang memikat
Hal-hal yang lucu dari kesemratuwan
Hal-hal yang unik dari kekacauan
Hal-hal yang menarik perhatianmu
dan membuat kepalamu dipenuhi mimpi

Disepanjang jalan itu, 
akan kau temui orang-orang dengan mata berbinar
melayani pengunjungnya dengan membuat kue terenak.

Disepanjang jalan itu, 
akan kau temui asap yang mengepul, mengotori
namun kau akan segera tahu, bahwa warung itu
sedang melayani pesanan berbuka puasa: sate

Disepanjang jalan itu, 
akan kau temui pak supir yang melongok ke pinggir jalan
mencari penumpang sambil menghitung uangnya
Ben, ia ingin membawa uang banyak ke rumahnya!

Disepanjang jalan itu, 
akan kau lihat malaikat-malaikat dengan mata berbinar
takjub pada perjuangan manusia,
kau akan segara tahu bahwa mereka iri,
sebab manusia bebas untuk memilih.

Disepanjang jalan itu, 
dan saat orang-orang berburu waktu
langit mulai gelap, lampu-lampu dinyalakan
aku telah sampai, Ben.
Telah kulalui jalan itu. 

Depok, 28 Juli 2012
-Perjalanan menuju Pondok Laras untuk buka puasa bersama yang tersendat macet selama 1 jam-

Sumber gambar
pixabay.com

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram