Aku dan Cerita Tentang Hujan # 10



Hari ini adalah hari yang lucu. Pertama, aku belum bisa mengubah kebiasaan burukku untuk tidak mengerjakan tugas secara SKSS/ sistem kebut semalam suntuk. Bukan karena aku tidak bersiap-siap sejak jauh-jauh hari atau berdalih 'ah, dosennya mepet kasih tugasnya', tetapi kalau belum hari H kepalaku rasanya kosong melompong dari ide. Sewaktu mengerjakan tugas aku nyengir-nyengir sendiri, sebab soalnya lucu. Dosen meminta untuk menilai kepribadian sang mahasiswa *katanya sih sebelum menjadi Pekerja Sosial beneran*, lalu dianalisa berdasarkan satu teori psikologi kepribadian lalu dibuat juga intervensinya. Ini mah mirip dengan muhasabah namun akademis gitu alias curhat sama diri sendiri trus kasih saran perbaikan oleh dan untuk diri sendiri *wkwkwkwkwkwk* sakit perut karena banyak ketawa pas ngerjain tugas ini. 

Kedua, rasanya kepalaku mendadak botak karena UAS MPS 2 hari ini. Ya ampun, tuh soal diluar dugaan. Alhasil, saking senewennya sama ketidakkonsistenan dosen saat memberikan informasi jadi galau pas menuliskan jawaban demi jawaban. Kejebak bener-bener kejebak. Ketahuan buku-buku dan diktat gak pernah bahkan jarang dibaca. Arghhhhhh pengen nyemplung ke danau Ranau deh karena malu. Tuh soal sebenarnya mudah untuk dijawab kalau tahu memang bakal keluar, tapi *ya ampun informasinya kan akan menghitung makanya jauh-jauh hari disuruh bawa kalkulator*, padahal kalkulatornya tidak berguna sama sekali. Innalillahi, kesal sekali, tetapi sekaligus lucu, tak hentinya menertawakan keluguan diri sendiri yang berhasil dikerjain dosen. 

Hujan, ya hari ini juga hujan. 
Hm, love rain
Meski hujan menjadi mendebarkan karena sesekali disertai guntur dan petir, namun aku selalu mencintai gemuruhnya. Hujan itu menghanyutkan, romantis. Love rain.  
Hujan adalah salah satu saat terbaik untuk berdo'a, maka aku berdo'a.
Berdo'a untuk cinta. 
Really love rain.  
"Cinta bukan klaim, tetapi give", aku lupa kata siapa.  
Seperti hujan, cinta adalah give
Hujan turun, menjadi berkah tanpa pandang pandang bulu. Hujan turun dimana saja awan mau. Malam, siang. Desa, Kota. 
Hujan itu energi kehidupan, begitu juga cinta. 

11. 05 wib, hujan berhenti. 

Tetapi sebagaimana hujan yang telah diterima bumi, maka cinta serupa itu. 
Deep
Oh, I really love rain
Hujan turun lagi, seperti cinta yang selalu memberi. Aku kembali berdo'a, untuk cinta. Cinta segala cinta. Cinta untuk someone, keluarga, teman, dan bangsa. Tengadah ke langit malam, hujan mungkin saja menyerbu turun seperti cinta yang terus memberi dan membawa segala kebaikan.....

Back to ujian MPS:
Pas ketemu Mb Rabiah *suhu atau mahaguru lah soal MPS dll dll* dia teriak, huhuhuhuhuhu sambil memegangi kepalanya yang nampaknya mau dia buang ke tong sampah *wkwkwkwkwk semua jadi error*. Kami *siapa aja ya......* yakin seyakin yakinnya bahwa apa yang kami pelajari sewaktu di kelas dan sewaktu menyelenggarakan *special lecture* di rumah Mb Yetri akan keluar saat ujian. Dan hari ini kamu tahu bahwa kami *tertipuuuuuuuu*. Lihat saja bukti-bukti dibawah ini bahwa kami telah belajar dengan keras.... (hasil jepretan Tyas Cui, tertawa lebar donggggggg.....)






Pelajaran penting: jangan percaya maklumat dosen mengenai hal-hal yang berkaitan dengan soal-soal ujian. yang patut dipercaya adalah bahwa sebagian dari isi buku dan diktat adalah jawaban atas soal-soal ujian *nampaknya para Dosen MPS tengah mengetes mahasiswanya baca buku nggak ya, kemungkinan besar mereka terpingkal-pingkal saat membaca jawaban-jawaban ngaco mahasiswa yang ketahuan tidak belajar :-( bahkan kutulis di lembar jawaban :) speechless, tadinya sih pengen nulis speechless tingkat dewa-dewi*

Dini hari ini harus ngebut lagi alias SKSS ngerjain makalah "Dinamika Masyarakat Lokal" dan belajar untuk ujian besok pagi. Alhamdulillah, wiken masih ujian, the last test. Setelah itu selamat tinggal semester 2 dan mari jalan-jalan... 

Depok, penghujung 8 Juni & awal 9 Juni 2012
-sembari mendengarkan suara hujan-

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram