Kunjungan ke Tambang Emas Pongkor



First, makasih buat Alfa yang bikin teka-teki yang penuh makna. Kupu-kupu. Kupinjam judul itu untuk judul tulisan ini.

Tanggal 12 Juni lalu aku dan kawan-kawan Magister Social Welfare UI peminatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/ CSR berkunjung ke tambang emas yang ada di Pongkor, Jawa Barat. Wow, ini kesempatan pertamaku dan tentu saja aku tak melewatkannya begitu saja. Nama kegiatannya studi ekskursi yang menurutku mirip studi eksekusi *sayang emasnya tak bisa dieksekusi, hehehehe*. Malam sebelum keberangkatan tumben aku bisa tidur dibawah jam 12 malam. Lucunya, pas jam di Hp jadulku menunjukkan pukul 00.01 aku terbangun dengan terkaget-kaget, kukira aku bangun jam 06.00 pagi, ya maklum lampu kamar dimatikan dan dari jendela terlihat diluar terang. padahal itu cahaya lampu di beranda. Aku sms Elvi dan bilang aku kesiangan. Beberapa menit kemudian aku tersadar bahwa saat itu adalah jam 12 malam, lalu aku menertawakan diriku sendiri *aku yakin Elvi juga pasti tertawa heran menerima sms-ku*, ya sudah tidur lagi dan bangun sebelum subuh.

Ceritanya begini: pagi diawali dengan 'ngaret' baik peserta maupun bis. Keberangkatan semula dijadwalkan jam 6 pagi jadi jam 7 pagi. Awalnya kami kecewa pas bis yang datang adalah bisa non AC dan ukurannya kecil serupa kopaja. Yahhhhhhh, kami semua mengeluh. 'Ya ampun, malui-maluin Magister Kessos UI deh', kata Elvi. Kami mengiyakan, UI kan universitas keren, masa ia mahasiswa magister yang bayarnya mahallllllllll diantar pake bis yang mirip kopaja menuju perusahaan tambang emas milik negara! karena tak memiliki power untuk mengganti bis dari bis calon rongsokan ke bis elit, ya kami terima saja. Kami mulai berangkat. Dan, Awwwwwww kami serempak teriak histeris ketika ban bis melindas polisi tidur. 

Then, perjalanan yang 'dibuat menyenangkan' oleh canda tawa sampailah ke kota Bogor. Dua hal yang paling mengejutkan selama melintasi kota ini. Pertama, macet sehingga udara yang panas membuat kami semua seperti es krim yang meleleh. kedua, polisi tidur dan jalanan yang buruk sehingga perut dan pantat kami dibuat ajrug-ajrugan selama perjalanan. Aku sempat terpesona oleh perbukitan yang didominasi rumpun bambu sampai-sampai aku tidak percaya bahwa aku telah sampai di Bogor yang dijuliki 'kota hujan' Lalu, pada suatu ketika, sampailah kami di jalanan menanjak yang bikin bis mogok. Jalan kaki dehhhhhhhhhh.....

Pas sampai di lokasi, kami berbinar-binar melihat tumpukan nasi kotak yang siap mengisi perut yang lapar, serta teh dan kopi panas yang siap membangkitkan mood sebelum diskusi dimulai dan turun lapangan alias ke lokasi tambang *lebay tingkat dewa.com*. Beberapa photo berikut menggambarkan perjalanan kami *berasal dari semua kontributor* 



Tulisan ini akan bersambung ke edisi Video dengan judul "Kupu-Kupu # Homo Serius" coz aku mo bahas hal-hal serius seputar tambang emas yang tidak memberi oleh-oleh 1 bijih emas pun. Tunggu ya coz videonya masih belum diedit.......

Depok, 14 Juni 2012

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram