49 Days Searching for Love


Bosan menunggu ide untuk Tesis nggak nongol-nongol beberapa hari ini aku ngebut nonton drama Korea berjudul 49 Days disela-sela kesibukan membaca karya Dee, menulis di blog, membaca email, mengecek nilai kuliah, hingga chatting dengan teman-teman via facebook. Sebagaimana drama Korea lainnya, drama sebanyak 20 episode ini bercerita tentang keluarga kaya Korea, kolega yang dendam dan ingin menghancurkannya, kecelakaan tragis, cinta yang rumit, hingga alur cerita yang bolak-balik antara masa lalu dan masa kini, dan tentu saja gadget yang sama yang dipakai semua aktor, makanan khas Korea hingga tempat-tempat eksotis yang sengaja dijadikan lokasi kejadian *benar-benar promosi wisata*

Cerita dimulai dengan proses pertunangan putri sang pemilik perusahaan (panggil saja Pak Shin) yang bernama Shin Ji Hyun yang cantik dan calon pewaris tunggal perusahaan dengan salah seorang direktur di perusahaan bernama Kang Min Ho. Dalam proses menyiapkan pernikahan Shin Ji Hyun mengalami kecelakaan di jalan yang kacau balau akibat ada seorang gadis yang mau bunuh diri di jalanan. Pas Shin Ji Hyun bangkit ia baru menyadari bahwa yang bangkit itu rohnya, sementara jasadnya yang tak sadarkan diri dan berlumuran darah segera dibawa ke rumah sakit. Maka sebagai roh baru ia pun bingung harus melakukan apa. Bertemulah ia dengan Song Yi Soo, seorang arwah penasaran yang dalam periode tertentu memilih sebagai seorang Scheduler atau penjemput arwah yang baru meninggal untuk dibawa ke langit melalui sebuah elevator ghaib *imajinasi drama ini sungguh bikin perut sakit karena ketawa melulu*. Scheduler bilang ke Ji Hyun bahwa selama 49 hari ia akan menjadi arwah penasaran yang memerlukan 3 tetes air mata dari orang-orang yang sungguh-sungguh mencintai dia, kecuali keluarga, agar bisa kembali hidup. Karena ia tidak bisa berhubungan dengan manusia dan menyentuh manusia, maka ia harus meminjam tubuh seseorang untuk membantunya beraktivitas dan mengumpulkan 3 tetes air mata selama 49 hari atau ia tak akan pernah bangun dari koma. Maka terpilihlah tubuh seorang gadis yang tak punya gairah hidup bernama Song Yi Kyung *frustasi karena ditinggal mati kekasihnya* untuk ia pakai tubuhnya. 


Maka dari pagi hingga jam 11 malam ia meminjam tubuh Yi Kyung dan melakukan aktivitasnya untuk bekerja paruh waktu di restoran teman SMUnya, Han Kang, dan sebelum jam 12 malam ia kembali ke kosan Yi Kyung untuk bangun, maka Yi Kyung bangun untuk kerja paruh waktu di sebuah toko sampai pagi tanpa merasa bahwa tubuhnya dipinjam ruh Ji Hyun. Begitulah setiap hari sampai-sampai Ji Hyun memahami kondisi yang sesungguhnya bahwa ia kecelakaan karena marah melihat tunangannya Min Hon ternyata memiliki affair dengan sahabatnya sendiri In Jung, kemudian ia tahu bahwa Min Hi dan In Jung berkomplot untuk menghanvurkan perusahaan ayahnya, mengetahui bahwa Han Kang sangat peduli padanya, dan ia merasa kasihan pada Yi Kyung yang setiap hari selama limma tahun hanya makan mi ramen untuk bertahan hidup. Namun selama berhari-hari ia mengetahui bahwa tak ada seorangpun yang benar-benar mencintainya dan menangis untuknya. 

Dilain pihak, Han Kang mulai curiga dengan kebiasaan Yi Kyung yang sama persis dengan Ji Hyun dan mulai menguntit siapa sebenarnya Yi Kyung. Ia makin penasaran sebab Yi Kyung yang bekerja padanya selalu ceria dan selalu fashionable, sementara Yi Kyung ia ia temu di pagi hari sangat murung dan jutek. Yi Kyung juga mencium keanehan pada dirinya seperti pada rambutnya yang mulai halus dan harusm, serta penglihatan randomnya bahwa ada seorang perempuan yang masuk kedalam tubuhnya sehingga ia memutuskan untuk konsultasi pada dokter yang selama ini selalu menguntitnya dan menyelamatkannya dari upaya bunuh diri. 

Ditengah upaya mencari air mata cinta 100% yang tak kunjung ia dapatkan, ia mencoba mengelabui Min Ho dengan bekerja di apartemennya sebagai housemaid untuk mencuri dokumen-dokumen Min Ho dari lemari besi dan membuat In Jung marah. Namun, karena kemudian Min Ho menyadari bahwa Yi Kyung menampung jiwa Ji Hyun, ia menjebak Ji Hyun untuk mengakui dirinya berada dalam tubuh Yi Kyung dengan mendatangkan seorang paranormal. Ji Hyun semakin tak sabar sebab hari-harinya semakin berkurang, sementara ia belum mendapatkan satu tetespun airmata cinta untuknya dan perusahaan ayahnya terancam bangkrut akibat ulah sahabat dan tunangannya sendiri. Ditengah kekalutan itu, secara tiba-tiba Yi Kyung dalam melihat Ji Hyun secara jelas sehingga ia memilih untukk kabur. Setelah diberi pengertian oleh Han Kang atas kondisi roh Ji Hyun dan melihat Ji Hyun menangis maka Yi Kyung mau meminjamkan tubuhnya seperti biasa untuk waktu yang tersisa, 10 hari. 

Ji Hyun telah berhasil menampung satu tetes air mata, dari Han kang. Namun menjelang hari H penjemputan oleh elevator ia belum bisa mengumpulkan dua tetes lagi. Min HO sudah dipernjara dan In Jung memilih menjadi guru di Jinan, di sekolah mereka waktu SMU. Ji Hyun pasrah dan ia pun meminta Scheduler untuk memanggil elevator meski ia masih punya waktu 7 jam 55 menit lagi. Saat Scheduler memanggil elevator, tiba-tiba dua tetes air mata masuk kedalam bandul kalung yang dipakainya dan jadilah ia hidup kembali. Ternyata dua tetes airmata itu dari In Jung dan Seo Woo, sahabatnyya. Setelah ia sadar dan kembali menjalani penyembuhan, dan setelah resmi pacaran dengan Han Kang dan makan banyak di rumahnya, Ji Hyun meninggal dunia akibat kerusakan organ dalam akibat kecelakaan. 

Semua orang terkejut dan tak menyangka Ji Hyun yang sudah bangun akan meninggal. Ji Hyun meninggalkan box milik Yi Kyung di rumah Han Kang dan Yi Kyung kemudian menemukan kunci lemari studio musik milik Yi Soo. Saat ia membukanya ia menemukan tas yang berisi barang-barang sewaktu ia ditinggalkan orangtuanya sekatu kecil. Ternyata barang-barang itu sama persis dengan barang milik Ji Min, kaka Ji Hyun, yang hilang waktu kecil. Cerita berakhir dengan Yi Kyung kembali ke rumah sebagai anak seorang konglomerat. 

Biasa banget kan, bahkan nontonnya pun gak sabar pengen sampai di episode akhir. Namun, selama aku menonton aku hanya fokus pada satu hal. Bahwa orang-orang yang dekat dengan kita selama hidup di dunia belum tentu memiliki cinta yang murni sebagai sahabat. Bahkan orang yang kita anggap sahabat terbaik saja justru bisa jadi musuh yang paling menghancurkan kita. Dalam perjalanan 49 hari Ji Hyun mencari air mata murni cinta uuntuknya dari orang-orang yang dikenalnya, ternyata ia banyak menyaksikan bahwa orang-orang hanya pura-pura bersedih sebagai bentuk simpati dan belas kasihan atas kondisnya. 

Aku jadi berfikir, bagaimana nasibku kelak. Siapa yang akan menangisi jika aku mati nanti? apakah akan ada yang kehilangan selain keluargaku? apakah ada teman yang mencintaiku dengan tulus tanpa melihat apa gunanya aku bagi mereka? apakah teman-teman yang selama hidup kukenal benar-benar akan merasa  kehilangan saat aku mati, atau mereka hanya bersimpati? dan aku pun bertanya pada diriku, apakah kamu akan menagisi kepergian teman-temanmu tanpa syarat? oh, begitu sulit menemukan kemurnian persahabatan ditengah dunia yang serba materi ini. Semoga aku bisa menjadi sahabat yang tulus dan akupun disayangi dengan tulus sebagai sahabat. Uncondtional love. 

Depok, 23 Juni 2012
-dini hari yang berkeringat-

Sumber gambar: 
www.asianwiki.com
https://mymyooz.wordpress.com/tag/49-days/

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram