RECIPE: Besengek 3 Rasa




Tiga hari  posting tentang makanan mulu, hahay, maklumlah lagi kangen masakan rumah. Kangen karena lidah ini rasanya sudah bosan dengan masakan di warung-warung di Kober, dan bosan dengan masakan sendiri. Ini gejala pengen pulang kampung. Bener-bener malas makan. Rasanya semua jenis makanan keren di Depok ini tak sanggup mengalahkan citarasa masakan rumah. Apalagi kalau makannya di saung, nasi liwet panas, dengan piring daun pisang, sambal nan pedas, ikan asin panggang nan gurih, lalapan yang banyak dan aroma hamparan sawah yang luas, trus dilanjutkan dengan segelas kopi Lampung yang nikmat beserta ubi atau pisnag bakar. Nikmat betul dunia. Duh duh mani nineng ka kampung halaman. Nineng na teh kabina-bina.

Hari ini, saat mencari makna Besengek melalui google aku baru paham bahwa besengek itu gulai dengan sedikit kuah, atau kare tempe khas Jawa. Jadi selama 20 tahun yang kutahu tentang besengek adalah masakan berbahan dasar cabai hijau. Aku nggak tahu deh maka yang salah dan mana yang benar, karena aku mewarisi resep ini dari keluargaku. Nah, keluargaku biasanya membuat besengek dengan 3 variasi, namun sama-sama sangat pedas. Saking pedasnya bisa-bisa telinga seperti mau meledak dan bibir seperti lumpuh. Mari kuperkenalkan resep besengek ala keluargaku.

Bahan-bahan:
1/2 kg cabai hijau, belah memanjang, buang bijinya
Bawang merah secukupnya, iris tipis-tipis
Bawang putih secukupnya, iris tipis-tipis
Minyak goreng secukupnya untuk menumis
Penyedap rasa secukupnya jika suka
Tomat/rampai hijau secukupnya, iris tipis memanjang

Cara membuat:
A. Besengek Hideung 
Tambahan bumbu: Kecap manis secukupnya, 1 lembar daun salam, 1 lembar daun jeruk

1. Tumis bawang merah, bawang putih, daun salam dan daun jeruk sampai harum, lalu masukkan cabai dan tumis hingga layu dengan api kecil
2. Kalau sudah setengah matang, masukkan irisan tomat, penyedap rasa dan kecap manis aduk hingga matang dan cabai layu
3. Kalau sudah matang dan bumbu meresap, siap dihidangkan

Besengek jenis ini cocok sebagai sambal untuk nasi putih yang pulen, goreng ikan peda/ ikan air tawar seperti ikan mas, dan aneka lalapan. Dijamin makan super lahap dengan cucuran keringat serta telinga yang mau meledak dan bibir ngacay!


B. Besengek Gurih
Tambahan bumbu: 
1. Santan kental 1 mangkuk
2. Bumbu halus (terdiri dari kunyit, jahe, lengkuas)
3. Selembar daun salam
4. Selembar daun jeruk 
5. satu batang sereh, memarkan

1. Tumis bumbu halus, bawang merah, bawang putih, daun salam, daun jeruk, dan sereh hingga harus
2. Masukkan cabai dan tumis hingga setengah matang
3. Masukkan santan, irisan tomat dan penyedap, biarkan kuahnya agak surut
4. Angkat dan hidangkan

Besengek tipe ini sangat nikmat sebagai sambal untuk nasi liwet pulen, plus ikan asap/ dendeng ikan goreng. Dijamin nais sebakul bakalan tuntas dengan pedas yang menjewer telinga. 


C. Besengek sereh
Bahan tambahan: 
1. 1/4 kg sereh, diiris tipis, 
2. Satu mangkuk santan, 
3. Selembar lembar daun jeruk
4. Selembar daun salam
5. Bumbu yang dihaluskan dengan sedikit kunyit

1. Tumis semua bumbu hingga harum
2. Masukkan cabai dan sereh, tumis hingga layu
3. Masukkan santan dan irisan tomat, biarkan mendidih dan kuahnya berkurang
4. Angkat dan hidangkan

Besengek tipe ini sangat nikamat sebagai sambal untuk nasi putih pulen, tempe/tahu goreng dan ikan asap/pindang goreng. Dijamin akan sangat lapat dan ngacay!

Cabai hijau ini bisa dioleh menjadi aneka sambal dan bumbu masakan, namun kalau mau nyoba besengek dijamin telinga benar-benar mau meledak! ah, bertahun-tahun sudah aku makan besengek ala keluargaku, kangen rasanya. Namun, aku nggak tahu apakah lidah dan lambungku cukup kuat untuk berpedas-pedas ala besengek.

Depok, 19 Mei 2012
Sumber gambar:
kumpulan-resep-dina.blogspot.com
blogratnasari.blogspot.com
nanopertapan.blogspot.com

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram