Aku dan Cerita Tentang Hujan # 9


Seingatku sejak dini hari hujan mengguyur dan tak berhenti sampai saat ini. Hujan bergantian turun mulai dari gerimis, hujan lebat kemudian gerimis lagi. Saat bangun pagi tadi, hujan masih menyirami bumi dan udara sangat dingin. Semalam aku bermimpi tentang almarhumah adik bapakku/ alias bibiku, bibi M. Aku lupa persisnya apa yang terjadi dalam mimpi itu. Secara garis besar bibiku mengajakku melakukan sesuatu yang menyenangkan dan bernilai akademis. Hm, apa mungkin itu pesan agar aku mengingatkan para sepupuku agar tak lupa shalat dan mendo'akan bibiku di alam kubur. Aku tahu mereka jarang sekali shalat. Mimpi yang aneh, seumur hidup sejak beliau meninggal saat aku masih duduk di bangku SD, baru kali ini aku memimpikan beliau. 

Lihatlah, langit masih mendung dan gerimis masih memupuri bumi Depok. Selain itu, jaringan internet sejak hari Sabtu lalu sedang mengalami masalah nampaknya, sehingga beberapa hal yang kukerjakan terkait dengan dunia maya tersendat-sendat seperti rombongan siput yang berjalan ditengah kemacetan jalanan Jakarta.  Bikin emosi. Suasana kelam dan dingin plus jaringan internet yang bermasalah membuat segala hal berjalan sangat lambat. 

Imajinasiku terlempar jauh ke Sukapura, desa tempat tinggalku di kabupaten Lampung Barat, pulau Sumatera. Suasana hujan sepanjang waktu seperti ini akan berbeda dengan Depok. Di Sukapura, setelah hujan seharian, akan turun kabut yang menyelimuti desa dan membuat suasana benar-benar pas untuk menghangatkan diri dengan minum kopi panas dan pisang goreng. Meski aku tahu, suasana di Sukapura hari ini tak mungkin seperti yang kugambarkan. gairah hidup di Sukapura sudah lama hilang, terutama sejak anak-anak mudanya memilih pergi ke kota untuk bekerja. Hilang semua, kenangan dan hiruk pikuk khas desa. Saat kolam-kolam masih berair, selepas hujan kolam-kolam itu bersih dari lumut dan ikan-ikan bersenda gurau, melompat-lompat untuk menghidup udara atau berbaris menuju pancuran.

Masih beberapa bulan kedepan aku akan pulang ke Sukapura, tepatnya menjelang hari raya Idul Fitri. 

Dengarlah, hujan sudah reda. Awan gemawan yang menutupi langit Depok bergerak menjauh entah kemana. Hanya kelembapan yang tersisa, yang tak lama lagi akan mengering bersama uap air yang terus berduyun-duyun melarikan diri ke langit. Juga genangan air yang tak lama lagi akan surut. Aku akan selalu merindukan hujan.....

Depok, 7 Mei 2012

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram