Ben dan Juwita # 3

Hawaii, tempat mereka bertemu, Ben.
Ben, aku punya cerita. Kisah tentang cinta.
Kamu dengarkan ya...

Perempuan itu tiba di satu pulau yang begitu megah di tanah nun jauh. Senyumnya mengembang begitu lebar tatkala ia lihat langit begitu biru memayungi pulau itu, udara begitu bersih, gedung-gedung begitu modern. Dalam hatinya berkata bahwa sungguh beruntung Tuhan menggandengnya ke pulau itu. Untuk belajar menjadi seorang guru. 

Kemudian ia bertemu dengan pemuda bermata keperakan. Ia jatuh hati. Jatuh hati, Ben. Semakin hari ia semakin mencintai pemuda itu. Wajahnya memang tidak tampan, tetapi mata kucingnya meneggelamkan hatinya jauh ke dasar samudera. Pemuda itu sangat menyayanginya, mencintainya, menjaganya dan memberikan segala yang terbaik untuknya.  

Ben,  ini bukan kisah cinta bertepuk sebelah tangan. Ini tentang kisah kasih yang belum berakhir..

Ben, pemuda itu bilang pada si perempuan bahwa sejak awal mereka tak mungkin menyatukan cinta. Si pemuda hanya punya satu ibu yang tak mungkin ia tolak ketidaksetujunnya untuk menikahi gadis dari seberang samudera. "Jangan kau minta aku memilih antara ibuku dan kamu, honey", katanya dengan titik air dipelupuk matanya. Nun jauh di seberang samudera, di pulau yang lain, ibu sang perempuan ingin putrinya menikah dengan pemuda yang disanjungnya  bagai raja diraja. 

"Tell me, you don't love me. Let me go...." Kata sang perempuan. Si pemuda hanya diam, membisu seperti batu, Ben. Sang perempuan lalu kembali ke pangkuan ibunya. Dengan wajah pucat pasi ia menerima keputusan ibunya.  She will get married, Ben.

Ben, dalam kisah ini ingin kujelaskan padamu, bahwa cinta takluk dibawah kaki ibu. 

Depok, 30 Mei 2012
-kisah seorang kawan-

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram