Ben dan Juwita # 2


Ilustrasi

Ben, Aku suka hujan. 

Ben, apa yang kamu lakukan saat turun hujan?

Kalau Aku, hm aku menunggu
Kamu tidak perlu tahu siapa yang aku tunggu
Sejak hari itu sampai sekarang
aku sudah menunggu selama 22 tahun

Biasanya aku berdiri di muka jendela, memandangi hujan sembari menunggu
Kadang-kadang aku duduk di muka pintu sembari menunggu
Kalau aku mengantuk, aku berbaring dibawah selimut sembari menunggu
Sesekali aku mendengarkan hujan sembari menulis di buku harian dan menunggu
Memang begitu, selalu menunggu
Aku orang yang setia, bukan?

Ben, beberapa hari ini hujan tak turun
Hhh, aku sangat merindukan hujan kali ini
Tentu saja karena aku ingin mendengarkan hujan dan menunggu
Tanpa hujan rasanya kota begitu panas
Seperti kue yang dipanggang diatas bara
Tak ada tanda-tanda hujan, aku tak tahu kemana perginya awan hujan
Disini, di kamarku, sembari melepas lelah aku menunggu hujan

Kadang-kadang, saat mendengarkan hujan aku rindu nenekku
Dulu,dan saat aku masih kecil, nenekku selalu mendongeng
Tentang perempuan cantik dan payungnya,
tentang Father Jacob yang orang Belanda
dan tentang hujan. 
Sesekali kami berdiri bersama di muka jendela, memandang hujan
Lalu menunggu pelangi melingkar di punggung bukit

Ben, aku juga rindu bau tanah yang disiram hujan
Wangi yang selalu kurindukan saat hujan
Mungkin, itulah wangi tubuh kita sebenarnya
Seperti wangi didalam rumah dan mungkin rahim ibu.

Ben, kemarin, saat menunggu hujan, aku membaca sebuah buku
Buku impor yang sudah diterjemahkan
Buku tentang reformasi dan kebebasan
Tapi aku kasihan pada penulisnya, Ben.
Nampaknya ia frustasi. 
Ia mengaku reformis. 
Namanya IM.
Ben, apakah IM suka hujan?

Ben, kira-kira kapan turun hujan ya?

Depok, 12 Mei 2012

Sumber gambar: 
truelia.wordpress.com


Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram