The White House Tempo Dulu


Di lapak inilah aku mendapatkan buku National geographic edisi Everest dan The White House, Tebet, Jakarta, 30/3/2012 (dok. pribadi)

Saat aku berjalan menuju pintu masuk stasiun kereta api Tebet, Jakarta aku melihat majalah National Geographic di lapak buku di tepi rel. Aha! aku kan sedang mengumpulkan NG yang murah. Kalau beli baru kan super mahal. Itu NG satu-satunya di lapak ini, harganya Rp. 10.000 setelah kutawar menjad Rp. 8.000 *pantang bagiku membeli barang sebelum menawar, hehehehehe*. Setelah mencari-cari koleksi lainnya aku mendapatkan buku lama yang lumayan berharga, White House atau istana kepresidenan Amerika Serikat tempo dulu. Lumayan dari Rp. 20.000 menjadi Rp.18.000. Kalau harganya tidak turun, tadinya sih kalau mau pakai trik pura-pura pergi supaya dipanggil sama pedagangnya sebagaimana yang sering kulakukan kalau belanja pakaian, sepatu dan jilbab. Sebenarnya aku kasihan, sama pedagang kecil aja nawar sementara kalau belanja di mal gak nawar *kan memang gak bisa ditawar*. Tapi ini namanya hukum jual beli, kalau aku anak konglomerat mah ngapain nawar-nawar karena uangku pastinya banyak. Berhubung aku anak wong kere yang sedang berusaha berdikari, makanya setiap belanja, dimanapun dan belanja apa pun, harus selalu menawar harga. 

Gambar dalam isi buku....
Lukisan beberapa first lady...

Buku ini menjelaskan dan menggambarkan banyak hal mengenai sejarah the white house, yang pertama kali ditempati pada tahun 1800. Hingga tahun 1989 the white house telah ditempati oleh keluarga presiden Amerika Serikat yang jumlahnya sudah puluhan dalam masa pemerintahan mereka. Buku ini semacam historical guide yang tak saja menggambarkan bagaimana istana putih ini dibangun, direnovasi dan dipercantik, juga hal-hal penting yang berlangsung didalamnya. Secara detail buku ini juga menampilkan berbagai gambar rungan-ruangan didalam the white house beserta kegunaannya, lukisan-lukisan cantik, gambar-gambar presiden dan istrinya hingga furnitur-furnitur unik yang menghisi ruang dan dinding. Buku ini secara gamblang menegaskan bahwa kemegahan istana putih ini tak lepas dari peran setiap presiden dan istrinya yang memberi banyak ide dalam mempercantik interior istana. Setiap penghuninya meninggalkan jejak mengesankan yang kemudian dipercantik penghuni selanjutnya dan seterusnya begitu. 

Secara umum aku berpendapat bahwa the white house benar-benar berselera Eropa dan megah. 

Depok, 31 Maret 2012

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram