GURITA BAHAYA ROKOK


Perokok pasif lebih menderita....


Meski mereka tahu racun didalam rokok....

Rokok adalah ironi. Disatu sisi ia dituduh sebagai pembunuh nomor satu di dunia, sementara disisi lain produksinya tak bisa dihentikan karena berkaitan dengan kelangsungan hidup petani tembakau dan buruh di pabrik rokok. Menurutku, apapun yang pernah dibuat manusia pasti bisa dihentikan karena memang awlanya tak ada. Aku berpendapat demikian karena aku merasa menjadi korban racun dari rokok yang dihisap para perokok.Berikut ada penelitian menarik tentang rokok secara global dan khususnya di Indonesia.


Apa yang para perokok lakukan saat ada seseorang yang keberatan dengan asap rokoknya? berdasarkan pengalamanku, mereka terus saja merokok seakan-akan aku cuma patung yang bisa bicara dan tak punya paru-paru yang kesakitan akibat menghirup asap rokok. Cara melindungi diri yang selama ini kulakukan adalah dengan mengindar ke tempat lain, tetapi bukankah saat itu aku kalah? Mengapa dengan bodohnya aku membiarkan orang lain mengambil hakku untuk menghirup udara bersih. Aku tak punya cara lain sebab jika aku marah maka aku akan menghancurkan interaksi diantara kami. Lebih parah lagi jika para perokok itu dengan santainya mengulangi perbuatannya dengan merokok lagi dan merokok lagi dan merokok meskipun aku dan orang lain yang keberatan dengan asap rokok misalnya sudah mengeluh dan merasa tak nyaman. Seorang kawan menyarankan agar aku memakai masker dan aku menolaknya sebab jika demikian adanya maka aku dengan sengaja mencerburkan diriku dalam kekalahan dan membiarkan orang lain dengan tenang mengambil hakku untuk menghirup udara bersih. Yang kuinginkan hanya satu hal: perokok mencari tempat lain untuk merokok bukan mengusir orang lain dengan asap rokok demi kepentingannya sendiri. 
Dilarang merokok!!!

Apa yang harus dilakukan untuk menyadarkan para perokok betapa mereka telah ditipu industri rokok? Apakah mereka tahu bahwa pemilik industri rokok belum tentu merokok, atau bahkan mungkin sangat menghindrai rokok? Apakah mereka tahu bahwa merokok sama saja buruknya dengan makan makanan busuk yang dipenuhi racun yang siap membunuh? Apakah mereka tahu bahwa rokok memperpendek umur mereka? Ah, bagaimana lagi memberi tahu mereka sebab kenyataannya mereka tahu racun dalam rokok dan bahaya merokok?

Oh, Tuhan sembilan senti, kau begitu merepotkan!

Bandar Lampung, 26 Januari 2012
Sumber gambar:
bahayamerokok.net
nharomoeslem.wordpress.com

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram