Ke LP Way Kanan


Ilustrasi
24 Januari 2012 adalah pertama kalinya aku ke LP, ke penjara dan bertemu tahanan, tepatnya ke LP kelas IIB Way Kanan. Aku dan beberapa kawan ke LP kelas IIB Way Kanan yang terletak di Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kami menemui dua tahanan politik yang dipenjara karena kasus yang direkayasa pihak perusahaan perkebunan karet XXX (gak berani sebutkan nama sebenarnya, hm, khawatir terkena pasal pencemaran nama baik, hohoho) yang merupakan anak perusahaan dari sebuah perusahaan terkenal dan terbesar di Lampung (hayo tebak perusahaan apakah itu dan milik siapa?). Nama kedua tahanan tersebut adalah pak Ah dan pak Md yang merupakan aktivis grassroot. Keduanya termasuk masyarakat yang selalu melakukan perjuangan menolak hegemoni perusahaan atas negara dan rakyat di wilayah perkebunan.

Saat masuk ke LP kami disambut oleh petugas-petugas berbadan kurus tapi memasang wajah seram. Hihihi jadi pengen katawa sendiri (tapi khawatir kena pasal yang lain) melihat petugas yang seolah-olah dengan sengaja membuat kami ketakutan. Kemudian kami masuk kedalam kantor dimana ada beberapa petugas LP yang tengah bertugas dan beberapa tahanan berkaos biru yang tengah menonton televisi. Pak Ah dan Pak Md menyambut kami dengan mata yang berbinar-binar. Setelah mendapat izin dari petugas kami mengobrol di sebuah ruangan berlantai keramik berwarna krim bergradasi, yang agak kotor, dan tanpa kursi ataupun meja. Kami mengobrol sambil duduk di lantai (sangat berbeda dengan gambar-gambar di televisi). LP sepi karena meskipun besar hanya diisi oleh 113 orang tahanan, sementara sebagian petugas berada di rumah dinas yang lokasinya tak jauh dari LP.

Nah, sebelum menemukan lokasi LP dengan plang sangat kecil, kami nyasar hingga jauh menuju arah Sumatera Selatan. Di perjalanan kami tercengang oleh lokasi perkebunan karet entah milik Inhutani atau PTPN atau entah milik siapa yang sangat luas. Sepanjang perjalanan dan sejauh mata memandang adalah kebun karet tua dan kebun karet baru. Behh kaya betul!!! Ini dia videonya...



Kabupaten yang terbentuk paska reformasi 1998 merupakan anomali bagiku. Bagaimana tidak, jika berkeliling tanah yang berjuluk "Ramik Ragom" ini maka sejauh mata memandang di kanan maupun kiri jalan pasti kita temui kebun karet dan sawit. Sepintas kita akan menganggap bahwa Way Kanan adalah kabupaten yang kaya, terutama ketika menganggap bahwa perkebunan karet dan sawit yang luas itu adalah milik masyarakat. Namun kenyataan di lapangan sungguh berbeda sebab sebagian besar perkebunan itu adalah milik negara dan perusahaan swasta, termasuk perusahaan XXX yang telah menjebloskan Pak Ah dan Pak Md ke penjara karena mereka merupakan masyarakat yang vokal dan tak sudi dibodohi negara ataupun pengusaha yang menganggap masyarakat sekitar perkebunan sebagai musuh ataupun hama.

Keduanya sangat senang kami kunjungi sebab rekan-rekan mereka sesama masyarakat yang memiliki aspirasi yang sama terhadap pemerintah atas kekejaman perusahaan XXX tak satupun yang berani mengunjungi mereka di LP. Seakan-akan penjara mampu membungkam keadilan dan melumpuhkan gerakan rakyat. Pak Ah dan pak Md menyatakan tak akan surut langkah mereka untuk memperjuangkan keadilan dan hak mereka sebagai masyarakat Way Kanan. Sebab jika rakyat bungkam maka gurita kejahatan itu akan semakin kuat dan kejam. Ya, akupun setuju. Dan saat itu aku trenyuh oleh kegetiran nasib masyarakat Way Kanan yang nampaknya layak disebut mati di lumbung padi, miskin dalam tumpukan kekayaan karet dan sawit. 

Way Kanan dalam lensa ...
Jalan berlubang, maklum yang lewat truk-truk pembawa karet, sawit dan singkong. 
Bandar Lampung, 25 Januari 2012
Edisi Keliling-keliling 2012: 
3 # 3 LP Way Kanan

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram