Buku Baru, Semangat Baru


Selamat datang buku-buku baru:

< Rp. 1/2 juta, aku punya 11 buku keren...

Bagiku, buku seperti 'pintu kemana saja' milik Doraemon. Buku tak saja menjadi gerbang untuk melihat dunia, tetapi untuk mendengar ide-ide penulisnya. Buku adalah teman terbaikku sejak aku kecil, dimana sejak itu tak seorangpun mampu memahamiku dan rahasia-rahasia yang kusimpan sendiri. Buku bagiku seperti tongkat Nirmala yang menghadirkan keajaiban-keajaiban yang tak pernah terpikirkan olehku, tentang kerja otak jutaan penulis, tentang jutaan kisah dari jutaan manusia yang sebagian besarnya tak kukenal, tentang tempat-tempat di dunia yang belum pernah kujejaki, tentang tradisi dan pengorbanan yang seringkali membuatku berfikir 'hidup dimanakah aku ini?', tentang segala hal yang luput dari pikiranku. Buku membawaku pada mereka. Yang paling penting dari sebuah buku adalah kehendak penulisnya. Tanpa ia, buku tak akan pernah ada. Menulis, sebagaimana kualami sendiri dalam latihan bertahun-tahun yang melelahkan, bukanlah perkara mudah. Menulis bukan sekedar menuangkan ide, berbagi dengan mereka yang hendak membacanya, tetapi menyampaikan pesan tentang 'sesuatu'. Menulis bukan perkara apakah tulisan itu kelak disukai orang atau tidak, menggunakan bahasa yang indah atau tidak, menulis bagiku serupa memberi kabar pada dunia tentang diriku, pikiranku dan ideku untuk dunia.

Membeli buku-buku baru di toko buku sekelas Gramedia bisa membuatku kurang gizi karena harga buku di toko mentereng itu sangat mahal. Membeli beberapa buah buku di Gramedia memang tak masalah, tak bikin miskin dan tak bikin kehabisan uang untuk beli makan. Tapi kalau harus membeli buku-buku yang aku sukai disana, walahhhhh mati aku. Nyaris semua buku keren ada disana dengan harga yang, hhhh, bikin sesak nafas. Nah, untuk mengatasi itu aku membeli buku-buku lama dari toko buku online di Facebook. Alhamdullillah sudah 2 kali transaksi hasilnya memuaskan, kalau langganan bebas ongkir daerah Jadebotabek. Ciattt, seperti kilat, buku sampai ke alamatku dalam waktu satu hari. Alhasil, buku-buku yang kalau beli di Gramedia itu mahal, kudapati dengan kurang dari Rp. 1/2 juta untuk 11 ekspemplar. Gak perlu baru, yang penting aku punya buku yang kumau dan isinya utuh alias sama dengan yang dijual di Gramedia (lebih senang lagi kalau aku dapat buku gratis). 

Diantara 11 buku tersebut, beberapa diantaranya pernah kubaca sampai tuntas seperti '5 cm', beberapa kisah dalam buku bahkan pernah kutonton filmnya sebelum kubaca bukunya seperti "The Kite Runner" karya Khaled Hosseini, "Memoirs of Geisha" karya Arthur Golden dan "Ferfume" karya Patrick Suskind. Ada 1 buku yang lumayan mahal, RP. 100.000, berjudul "Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926" karya Takashi Siraishi yang pertama kali terbit tahun 1990 (aku baru berumur 5 tahun) yang cukup menyita perhatianku. Membeli buku ini adalah upaya memahami sejarah Indonesia. Lalu 'Holocaust' karya Stephen Downing, lumayan buat memperkaya pengetahuan tentang sejarah PD II.

Buku-buku ini akan segera kutitipkan di suatu tempat, dimana anak-anak muda yang haus informasi dan pengetahuan akan membacanya, dengan demikian mereka akan segera memahami bahwa membaca buku adalah kebutuhan primer di zaman modern dan akan membangun gerbangnya sendiri untuk melihat dunia.

Depok, 5 Januari 2011
- Masih pusing setelah gagal menjawab soal-soal UAS dengan benar petang hari ini-

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram