TRAGEDI MESUJI BERDARAH

Kita berharap selalu damai
Tadi siang, pas makan siang sepulang mengerjakan tugas lapangan seorang kawan aktivis perempuan bercerita tentang sekelompok 'aparat' yang menyerbu masuk kantor LBH Jakarta dan melakukan tindakan kekerasan atas pengacara LBH. Eh, malam buta ada kawan yang menayangkan video cerita tersebut via facebook. Wih, serem benar tuh 'bapak-bapak berseragam' macam macan dan si raja hutan saja. Lebay pisan!!!!!

Di tengah kota Jakarta yang ramai dan hiruk pikuk gak karuan aja, aparat berani melakukan kekerasan. Apalagi kalau di desa, hutan atau daerah terpencil lainnya. Kekerasan yang terletak beberapa ratus meter dari Istana.


Mesuji Berdarah
Nah, kalau kasus pembantaian di Mesuji, aku baru dapat beberapa info, lumayan lah kalau dikumpulkan di blog ini. Salah satunya yaitu kisah sebuah pisau yang dijadikan alat pembantaian, Pisau Berdarah Ini Saksi Bisu Derita Warga Sodong, OKI, Sumsel. Karena berita yang booming simpang siur, maka aku harus mencari berita-berita terpercaya dari orang-orang terpercaya. Dari proses pencarian berita dan pembacaan berita, aku tentu saja mempercayai pihak-pihak yang sudah dikenal publik memiliki integritas tinggi dalam melakukan pekerjaannya, seperti salah seotang jurnalis koran nasional yang melakukan investigasi ke dua wilayah Mesuji yaitu Mesuji-Sumsel dan Mesuji-Lampung, dua wilayah yang dipisahkan oleh sungai (di tulisan selanjutnya, coz informasinya belum lengkap).

Parah, semalam dapat email dari kawan tentang tragedi Mesuji yang ramai diberitakan. Katanya nih video yang ini terjadi di Pattani, Thailand Selatan dan bukan di Mesuji-Sumatera Selatan maupun di Mesuji-Lampung. Beda kasus, beda korban, beda pelaku, beda tempat, dan sumbernya saja yang nggak jelas...

Video yang beredar, gak jelas sumbernya tapi super ngeri...
video

Berita di media, kacau pula informasinya...

Kasus pelanggaran HAM di Register 45 Sungai Buaya Mesuji - Lampung, memang benar terjadi dan sempat sangat heboh, berkelanjutan, panas dan gak jelas solusinya sejak 1991-saat ini. DPR dan pemerintah gak punya taring, masyarakat selalu disalahkan dan perusahaan (PT SIL) selalu dibela karena punya izin meski mereka juga bersalah, kasusnya belum selesai hingga saat ini. Warga Moro-moro yang tinggal disana hingga saat ini masih didampingi LSM AGRA dan lembaga adat Megoupak...


Pemberitaan lain, 

Berita ini....

Antara dua Mesuji...

Tragedi Sodong, Mesuji....
  
Desa Sodong...


Hm, beberapa judul video di youtube sudah dihapus karena dianggap terlalu mengejutkan dan menyakitkan. Ya, ikuti saja perkembangannya....

Beberapa informasi terkait kasus dua Mesuji bisa dibaca di: DATA.

Catatan: 
Perhatikan ketika reporter televisi menyampaikan berita dengan informasi yang salah. Misalnya:
1. Menyebut Lampung sebagai kabupaten. Faktanya Lampung adalah nama Propinsi yang beribukota di Bandar Lampung. Lampung memiliki 13 Kabupaten dan 2 Kotamadya dan Mesuji adalah kabupaten baru di wilayah utara dan berbatasan dengan Ogan Komering Ilir (OKI) Propinsi Sumatera Selatan. 
2. Menyebut Register 45 sebagai hutan lindung. Faktanya Register 45 Sungai Buaya, Mesuji-Lampung adalah lokasi Hutan Tanaman Industri (HTI) yang HPHnya diberikan kepada PT. Silva Inhutani Lampung (SIL), untk berita lengkapnya silakan baca:  Kronologis Kasus Register 45 Sungai Buaya Mesuji Lampung dan Kronoligis hingga tahun 2006 .Tidak mungkin izin HPH diberlakukan di hutan lindung. 
3. Sungguh aneh bukan jika HPT yang seharusnya menanam kayu untuk keperluan industri perkayuan malah menanam sawit dan karet? gak melek UU.  

Wah, Lampung makin terkenal tidak aman saja setelah peristiwa ini, melalui youtube kasus ini sudah sampai ke seluruh dunia. Banyak pelanggaran HAM yang tidak terdokumentasi di Lampung, tapi masyarakat menyimpan cerita-cerita ini dalam benak dan jiwa mereka.

Sumber:
beritasatu.com
pedomannews.com

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram