a Little Princess


Putri (dokumentasi Aden)
Seorang bocah kecil bernama Putri tiba-tiba menangis dan ketika kutanyakan penyebabnya ia mengatakan bahwa seorang bocah lelaki menendang kakinya. Putri adalah salah satu peserta 'intervensi sosial'-ku dan teman-teman dalam kegiatan sosialisasi bahaya merokok pada anak usia dini. Putri masuk dalam kelompok kelas 1 & 2 dan tergabung dalam kelompok lebih kecil beranggotakan 5 orang yang sama-sama masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Bocah lelaki yang menendang Putri hanya terkekeh-kekeh atas perilaku buruknya yang menyakiti temannya sendiri. Ketika kutanya mengapa dia menendang Putri dia hanya tertawa (sungguh tak sopan!) sementara Putri masih menangis.

Aku : "Kata Putri kamu nendang Putri, benar?"
A :"Iya."
Aku : "Kenapa? memangnya Putri nakal sama kamu."
A :" Habisnya Putri bego, takut ketularan."
Aku :"Sekarang ayo minta maaf sama Putri."
A : "Nggak mau!!"
Aku :" Kamu kan yang nendang Putri sampe Putri nangis, kok gak mau minta maaf?"
A : diam sambil nyengir...
Aku : "Oke, sini tangan kamu salaman sama mb dan bilang minta maaf sama Putri."
A: " Ya, aku minta maaf sama Putri."
Aku : beralih ke Putri yang masih menangis, "Putri, A minta maaf sama kamu lewat tangan mb, jabat tangan mb ya. Kamu maafin A gak?"
Putri: " Mereka semua benci sama Novi, Novi mau pulang aja. Mereka semua gak suka sama novi." Ujar Putri sambil menangis. (*huff syok juga dengar kata-katanya*)
Aku: "Kenapa bisa begitu?"
N : "Habisnya Putri itu bodoh mb, masa udah kelas 1 belum bisa baca, nulis dan nakal."
Z : "Iya mb dia belum bisa baca, kan namanya bodoh mb masa udha kelas 1 belum bisa baca."
Aku: "Kan Putri amsih kecil, wajah dong belum bisa baca, Putri maish belajar."
N : "Tapi kan dia udah kelas 1 mb, masa baca sama nulis aja nggak bisa."
F : "Iya tuh mb, Putri itu nakal suka nyabutin bunga. Belum bisa baca lagi. "
Aku: "Sini kumpul dulu." Kataku sembari meminta mereka berkumpul untuk mendengarkan nasehat kecilku. "Kalian dengarkan curhat mb ya. Gini, setiap orang yang masih kecil memang awalnya gak bisa baca dan nulis, oleh karena itu mereka harus belajar. Nah, kalau Putri belum bisa menulis dan membaca, maka kalian yang yang sudah bisa harus mengajari Putri supaya bisa."
N:" Nggak ah mb, males!!!" sahut N dengan keras dan muka merah padam. 
Aku:" Kenapa? menolong teman kan nggak bikin kita bodoh, justru bikin kita semakin pintar'"
A : "Putri itu nakal mb, kita gak mau temenan sama dia. bodoh lagi."
Aku: "Dengerin mb ya, ayo mau dengerin mb gak?" (Sumpeh!!! stress aku menghadapi anak-anak keras kepala begini!!!)
N :" Tapi Masa udah kelas 1 belum bisa baca mb?"
Aku :"Sini mb kasih tahu sesuatu, kalian mau nggak jadi anak yang baik hati?"
Semua menjawab : Mau.
Aku :" Salah satu cara menjadi anak yang baik hatia adalah suka membantu orang lain, termasuk membantu teman yang belum bisa membaca atau menulis."
A: "Nggak ah mb, Putri kan udah kelas 1 masa nulis aja nggak bisa."
N :" Iya mb, aku nggak mau ah,"

Huaaaaaaaaaaaaaa!!! asem bener nih anak-anak!!!!

Dalam sesi evaluasi aku mendapatkan informasi tambahan tentang Putri dari Laura yang merupakan kakak pembimbing kelompok Putri. Ternyata Putri mengatakan bahwa ia memang tidak disukai teman-temannya, bahkan dalam kelompok pun tak ada teman-teman sekelompoknya yang mau duduk di samping Putri. Parahnya, dalam benak Putri sudha tertanam bahwa ia tidak disukai dan dibenci oleh teman-temannya. Putri adalah anak yatim yang sering diejek oleh teman-temannya karena memiliki perilaku yang berbeda dengan anak-anak sebayanya di lingkungannya. Putri tinggal bersama ibu dan adik perempuan yang masih sangat kecil. Hm, aku dna teman-teman jadi trenyuh atas kejadian hari ini. 

Anak sekecil itu sudah bisa bicara mengeni luka nuraninya, sungguh zaman telah benar-benar aneh.

Aku sungguh menyayangkan sikap beberapa anak yang sangat ekstrem terhadap Putri sampai-sampai berpegangan tangan dalam lingkaran pun enggan, seakan-akan Putri begitu berbahaya. Meski begitu Putri tetap tersenyum polos dan mengikuti kegiatan dengan baik, aku dan Nike yang akhirnya mengapit Putri dan Christine memberikan menu susu dan biskuit untuk hari ini pertama kali pada Putri. Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak yang lain bahwa Putri istimewa dan kami semua menyayangi dia sehingga teman-teman yang selama ini memuhinya mau mengambil pelajaran dari sikpa kami yang baik terhadap Putri. 

Depok, 11 Desember 2011
-Ngantuk berat-

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram