The Boy In The Striped Pyjamas



Film ini berkisah tentang bocah berusia 8 tahun bernama Bruno yang menyimpan rahasia pertemanannya dengan seorang bocah seusianya bernama Shmuel, bocah yang ditahan di kamp konsentrasi Auschwitz di masa pembersihan orang Yahudi oleh Nazi, yang ditemuinya secara tak sengaja saat ia tengah berjalan-jalan di hutan kecil tak jauh dari rumah dinas baru ayahnya, yang merupakan seorang jenderal. Bruno merasa beruntung bertemu dengan Shmuel karena akhirnya di tempat tinggal barunya ia punya teman bermain meski mereka sebenarnya hanya bertukar cerita dibalik pagar kawat besi beraliran listrik. Bruno hanya mengira bahwa Shmuel bahagia tinggal di kamp karena memiliki banyak teman, sementara Shmuel beranggapan bahwa ia dan banyak orang yang tinggal di kamp sedang melakukan sebuah permainan. Terlepas dari cerita mengenai kekejaman Nazi atas para Yahudi di kamp konsentrasi, Bruno-Shmuel yang berpikir polos layaknya kebanyakan anak kecil semakin dekat dan sering berbagi cerita, melakukan permainan dan tertawa bersama. Suatu hari, ayah Bruno memutuskan bahwa Bruno, Ibunya dan Greta/ kakak Bruno, akan pindah kembali ke pusat kota setelah beberapa hari sebelumnya sering terjadi pertengkaran hebat antara ayah dan ibu Bruno akibat sebuah rahasia yang terkuak atas bocoran anak buah sang Jenderal. 

Merasa telah 'betah' ditempat barunya dan memiliki teman, maka Bruno menemui Shmuel dan berjanji membantu mencari ayah Shmuel yang hilang sebelum ia meninggalkan Shmuel selamanya. Bruno masuk kedalam camp setelah menggali tanah dibawah pagar dan mendapat piyama dari Shmuel. Mereka berdua mencari ayah Shmuel ke barak-barak hingga mereka terjebak dalam antrian orang-orang yang hendak dieksekusi. Bersama ratusan orang Yahudi lainnya, Bruno dan Shmuel digiring masuk ke ruang eksekusi. Mereka dipanggang dalam ruangan seperti halnya roti-roti dipanggang dalam oven. Kedua orangtua Bruno baru menyadari bahwa Bruno menjadi bagian dari orang-orang yang dieksekusi setelah mereka menemukan pakaian Bruno dibalik pagar. 

Kisah ini sungguh menyedihkan, tentang dua anak kecil yang menjadi korban atas ambisi manusia dewasa, anak-anak yang tak paham kejamnya perang. Film ini diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis pria Irlandia bernama John Boyne.

Film penuhnya...



Depok, 30 Nopember 2011

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram