Sup Bahagia


Kesini aku ingin menuju, ke orbit semesta. Rumah pertama yang dibangun di bumi oleh Malaikat sebelum Adam dan Hawa diresmikan sebagai Khalifah di bumi dan menjalani kehidupan fana. 


"Dan ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah bersama Ismail ‘Ya Rabb kami terimalah dari pada kami sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’ ‘ Ya Rabb kami jadikanlah kami berdua orang yg tunduk patuh kepada Engkau dan diantara anak cucu kami umat yg tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami dan terimalah taubat kami sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.’ ‘Ya Rabb kami utuslah utk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka yg akan membacakan kepada mereka ayatMu dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah serta mensucikan mereka.’ Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS Al-Baqarah: 127-129)

 “Dan berserulah kepada manusia utk mengerjakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dgn berjalan kaki dan mengendarai unta yg datang dari segenap penjuru yg jauh(QS Al-Hajj: 27)

"Sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, dagingnya dan tidak pula darahnya, akan tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan darimu. Demikianlah Dia menundukkan mereka – hewan-hewan ini – untuk kamu, supaya kamu mengagungkan Allah sesuai petunjuk kepadamu. Dan berikanlah kabar suka kepada orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS Al-Hajj : 38)

"Sesungguhnya pekerjaan pertama yang harus kita awali pada hari kita ini adalah shalat, kemudian kita pulang lalu menyembelih qurban. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka ia telah melaksanakan contoh kami dengan tepat dan barangsiapa yang menyembelih qurban sebelum shalat, maka ia hanya memberikan daging biasa kepada keluarga; sedikitpun tidak bersangkut paut dengan ibadah penyembelihan qurban." (HR. Muslim)

Hm, tahun ini adalah Hari Raya Idul Adha kesekian aku merayakannya sendirian, maksudnya tidak bersama keluarga. Sebagai perantau yang memang harus menjalani resiko atas pilihan menimba ilmu jauh dari kampung halaman. Semalam, setelah pulang dari Rumah Sakit Bunda Margonda, aku menyengajakan diri belanja bahan makanan di Hypermart di Depok Town Square. Mendengar takbir berkumandang dan banyak anggota keluarga yang belanja bersama-sama untuk menyiapkan keceriaan di esok hari yang penuh berkah membuat jiwaku bergetar dan mataku panas lalu berkaca-kaca. *nggak mungkin aku menangis di tempat umum* Aku menghibur diri dengan berbelanja, besok aku akan memasak masakan yang bisa kumasak dan makan bersama kawan-kawan di kosan. Meski dengan cara demikian aku tak bisa mendapatkan suasana batin yang ceria sebagaimana jika aku merakayannya bersama keluarga besar, setidaknya aku tak harus menangis karena menanggung kesedihan yang cukup dalam, sendirian. 

Ini dia belanjaanku,  
Belanjaan yang baru dibongkar dari tas

Langsung kuiris-iris, kucuci dan supaya bisa ditaruh di kulkas dan siap dimasak. Menjadi, 

Bahan siap masak, namanya 'Sup Bahagia'

Tadi pagi, setelah menunaikan shalat sunnah Idul Adha sekitar jam tujuh pagi, aku langsung memasak. Masakanku adalah : Sup Bahagia, Tumis Kangkung Saos Tiram (dua menu ini nggak nyambung tapi halah yang penting makan), dilengkapi dengan buah melon dan stroberi plus wafer bola coklat. Kami makan bertujuh, karena kawan-kawan yang lain pada pulang kampung. Alhamdulillah, meski tak mampu menunaikan ibadah haji dan menyumbang hewan kurban, aku masih bisa berbagi makanan sederhana. Sesama anak kos harus saling memberi.

Nah, berhubung keasyikan makan dan ngobrol, jadi lupa mendokumentasikan sup yang telah matang dan peristiwa 'menikmati Sup Bahagia'. Ah, tak mengapa, yang penting esensi hari raya Idul Adha terdokumentasikan memori. Semoga Allah memudahkan jalan untukku menunaikan ibadah haji dan berkurban di tahun-tahun mendatang. Aku rindu berdo'a di padang Arafah.

____
Rasanya hari raya ini begitu sepi, tak tercium aroma sate atau gulai kambing. Tak ada pula yang mengetuk pintu mengantarkan jatah hewan kurban. Mungkin tahun ini aku gak harus menikmati daging kurban, daging yang berkah. Kumandang takbir telah lama berhenti, seakan-akan telah lama berlalu. Demi memecah kesunyian ini aku meramaikan sendiri kamarku dengan memutar mp3 takbir. Alhamdulillah, semangat lagi..

Allohu Akbar
Alluhu Akbar
Allohu Akbar
Allohu Akbar
Lailahailallohu Allohu Akbar
Allohu Akbar wa lillahilhamd

Minjem Shaun the Sheep

My wish: kambing, datanglah padaku tahun depan. Jadilah engkau sebagai kendaraanku menuju surga. Klo kau tak mau jadi kurbanku, mintalah temanmu sapi saja, sehingga aku bisa membawa serta 6 anggota keluargaku.


Depok, 06 Nopember 2011
 

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram