Ketika LEDku 66 # 3 (obat lagi)



Hujan membasahi Depok, dan kampusku yang dipenuhi cahaya
Menyapu kekosongan dengan ruh baru
Langit hitam dan kabut perlahan menyelimuti bumi
Langkahku gontai, seakan-akan semua ini tak akan pernah berakhir
Jika ini adalah perjuangan dan jalan untuk mencapai makrifat padaNya
Kujalani jua
Kujalani jua
Jika demi Dia, maka aku sanggup menghadapinya
Karena aku yakin janjiNya...

Ke dokter lagi. Dok, hasilnya sepertinya negatif dan kondisi saya belum berubah. Apa yang harus saya lakukan? tanyaku pada dokter spesialis yang memeriksaku untuk kedua kalinya. Tampaknya dokternya juga bingung. Paru-paru kondisinya baik dan hasil tes Mantoux hasilnya negatif, tapi bagaimana dengan LED 66 itu. Akhirnya aku disarankan untuk menjaga imun tubuh dan menghindarkan penyebab/ sumber dari penyakitku seperti asap rokok, polusi kendaraan, debu dan bisa mengendalikan suhu tubuh pada saat terjadi perubahan cuaca secara akstrem. Khawatirnya aku kena paru-paru basah. Kali ini aku diberi resep 4 jenis obat, dua jenis tersedia di apotik rumah sakit dan dua jenis lainnya harus meminta di PKM UI agar harganya lebih murah. 

Kepalaku berdenyut dan nyaliku ciut, obat lagi, dok?

Saran terpenting dokter adalah jangan stress, yang kuterjemahkan sebagai = berbahagialah. 

Kata dokter, bahwa sebaik apapun kualitas obat kalau kita tidak bisa mengendalikan emosi ya obat tidak akan bisa membantu penyembuhan. Aku juga disarankan untuk pakai masker untuk menghindari masuknya polusi kendaraan dan asap rokok ke paru-paru. Ya ampun, macam tinggal di Jakarta aja deh, dok.

Minggu depan, saat obat habis aku harus kembali ke rumah sakit dan melakukan tes Hematologi lengkap ulang untuk melihat apakah setelah diberi antibiotik dan obat LEDku menurun atau bagaimana sehingga bisa dilakukan observasi lanjutan. 

Aku tak bisa menjawab untuk saran ini. Apakah karena aku tak bahagia makanya aku sakit?

Depok, 10 Nopember 2011

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram