Ketika LEDku 66 # 2 ( tes Mantoux)


Sore 7 Nopeember sekitar 17.30 wib aku menemui dokter spesialis yang menjadi rujukan dokter yang sebelumnya memeriksaku di rumah sakit yang sama. Aku memberikan surat rujukan dan sang dokter langsung melakukan pemeriksaan sederhana, memeriksa paru-paru, jantung, perut, liver dan ginjal menggunakan stetoskop. Menurut sang dokter, beliau pernah menemukan beberapa kasus yang sama dengan kasusku, kondisi tubuh setelah melakukan scan paru-paru dan tes hematologi lengkap normal, namun LED menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi dari angka rujukan normal (yaitu 0-20 mm/jam). Katanya ada virus TB yang tengah mencari-cari organ dalam tubuhku untuk dia lumpuhkan. Waduh!

Dalam kasusku ini, dokter harus melihat dulu apakah perkiraannya tentang si virus benar atau tidak. Maka aku pun harus menjalani tes Mantoux. Vaksin PPD disuntikkan kedalam daging tangan kiriku dan untuk mengetahui hasilnya aku harus menunggu selama 72 jam. Tiga hari kemudian kami janji bertemu. kata sang dokter tunggu saja dan perhatikan perkembangannya, apakah akan terjadi bentol atau tidak. Aku sih pasrah saja seperti apa hasilnya nanti, mau apa lagi toh aku telah berusaha menjalani hidup dengan baik dan benar tapi tetap saja sakit. Jika menimbang dari pertanyaan-pertanyaan dokter, aku mencurigai diriku sendiri telah mengalami ini sejak lama. Nyaris semua pertanyaannya yang mengarah pada ciri-ciri penderita TB kujawab 'Ya' (kecuali : apa ada benjolan di leher? oh tidak dok, semua baik-baik saja. Sebab klo ada benjolan di leher atau di sekitar paha itu tandanya viru TB udah menyerang kelenjar getah bening yang notebene merupakan benteng imun tubuh. Alhamdulillah) Mimpi buruk apa lagi ini?

Benar-benar hari yang aneh. 

Tentang tes Mantoux
Menurut  Wikipedia Tes Mantoux (juga disebut tes penyaringan Mantoux, Tes Sensitivitas Tuberkulin, tes Pirquet, atau tes PPD atau Derivatif Protein Dimurnikan) adalah alat diagnostik untuk penyakit tuberkulosis. Tes ini adalah satu dari dua tes kulit tuberkulin besar yang digunakan di seluruh dunia dan menggantikan tes punktur ganda seperti tes Tine. Hingga tahun 2005, tes Heaf digunakan di Britania Raya, selanjutnya sampai saat ini tes Mantoux digunakan di negara itu. Tes Mantoux juga digunakan di Australia, Brazil, Kanada, Hongaria, Polandia, Rusia, India, Belanda, Selandia Baru, Spanyol, Portugal, Afrika Selatan dan Amerika Serikat dan disarankan oleh American Thoracic Society dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC)). Tes ini juga digunakan di USSR dan sekarang lazim di sebagian besar negara bekas Soviet.

Si Virus..
Tes mantoux dilakukan dengan cara menyuntikkan tuberkulin (suatu komponen protein kuman TBC yang mempunyai sifat antigenic yang kuat) ke dalam lapisan kulit lengan bawah seseorang. Pembacaan dilakukan 48-72 jam setelah penyuntikkan. Makanya disebut juga dengan tes tuberkulin. Protein tadi (tuberkulin) bila disuntikkan ke dalam lapisan kulit seseorang yang telah terinfeksi TBC akan menimbulkan reaksi di kulit tersebut berupa bentol kemerahan (indurasi) setelah 48-72 jam kemudian. Yang diukur adalah diameter bentol (indurasi) bukan kemerahan yang terjadi setelah penyuntikkan. Apabila diameter indurasi 0-4 mm dinyatakan negatif, 5-9 mm dinyatakan positif meragukan dan apabila 10-15 mm dinyatakan positif.

Nah, sampai hari ini pukul 09.48 wib artinya telah 22 jam sejak diberikan suntikan vaksin PPD, di lokasi suntikan tidak terjadi apa-apa, kulit sekitarnya masih baik-baik saja. Semoga hasilnya negatif. 

Depok, 8 Nopember 2011

sumber bacaan:
wikipedia
ibunda.com
eurekaindonesia.org

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram