Bunga dari Pesta Pernikahan


Sebenarnya aku lelah banget, entah kenapa. Tapi berhubung teman sekelas mengajak ke pesta pernikahan salah seorang temannya sewaktu kulah S1, tepatnya di Pasar Minggu, Jakarta, aku berangkat jua. Lumayan buat menghibur diri dan cari inspirasi. Singkat cerita sampailah kami di gedung tempat dilangsungkannya resepsi pernikahan tersebut. Setelah bercengkrama dengan pengantin yang begitu bahagia, photo-photo, makan siang dan ngobrol dengan beberapa temannya temanku tersebut, akhirnya kami pulang. Eits, di luar ibu-ibu pada ngambilin bunga yang jadi hiasan ruang pernikahan. Rangakaian bunga yang banyak banget dan cantik itu raib sudah dibawa oleh beberapa ibu, dan aku, alhamdulillah berhasil membawa bunga lili yang harum banget. Ya, lumayan dapat bunga penghias ruang pernikahan meskipun gak dapat bunga dari sang pengantin langsung dalam acara lempar bunga. 

Temanku hanya tersenyum. 

Namanya juga pencinta bunga, dimana ada bunga disitu aku selalu terpesona, terlebih lagi kalau bisa dapat bunga gratis. 

Sesampainya di kosan, kutaruh bunga tersebut di vas kaca, yang vas itu baru kubeli bareng temanku di Carrefour Pasar Minggu nyambi aku beli bunga melati, beberapa vas bunga dan dapat bibit kemangi dari penjual bunga. Ah, pokoknya hari ini serba bunga. Kelelahanku yang masih terasa nampak  sama sekali tak berarti karena hari ini aku mendapatkan bunga penghuni baru untuk kupajang di beranda kamarku. Alhamdulillah...

Bersanding dengan lampu tidur Doraemon
Wanginya campuran antara Kenangan dan Melati, hm...
Bunga melati yang baru tiba dan kecambah tomat berumur 2 hari

Depok, 20-11-2011
-Tanggal cantik yang bikin banyak penghulu kebanjiran job, janur kuning melambai sepanjang jalan dari Depok ke Pasar Minggu, Jakarta-

Bagiku, menanam bunga di tempat tinggal -kosan, rumah, apartemen, dll- memang bukan pekerjaan besar seperti membuat taman kota. Tapi aku membayangkan jika semua orang di bumi ini mencintai bunga dan menyukai keindahan, mungkin tak akan ada cerita bumi kotor tak terkira oleh sampah yang diciptakan manusia modern. Aku tak mungkin mengandalkan orang lain untuk menciptakan keindahan yang ingin kunikmati, termasuk menyediakan tumbuhan kecil bernama bunga. 

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram