Bertemu Sophia Chao


Sophia Maria Helena Chao
Kemarin, 22 Nopember, setelah mengikuti pembukaan Semiloka 'Ekonomi Hijau' di Bappenas, aku menuju Gedung Departemen Kehutanan. Aku sudah berjanji pada kawan-kawanku yang menjadi peserta Kongres Kehutanan ke 5 yang berasal dari Lampung untuk menemui mereka di sana, tepatnya di gedung Menggala Wanabhakti. Seorang kawan kemudian menemuiku dan mengenalkanku dengan gadis mungil bernama Sophia. Hm, siapa dia ya kok mengaku orang Inggris tapi pandai berbahasa Indonesia dan wajahnya sedikit Asia. Kami bertiga duduk di luar gedung menemani Sophie merokok sembari saling bercerita. Ternyata Sophia merupakan seorang pekerja di FPP/ Forest People Programme yang sedang berada di Indonesia untuk beberapa pekerjaan termasuk mengikuti Kongres Kehutanan ke 5 di Dephut. Sebelumnya ia bekerja di UNESCO bidang pendidikan.

Sophia terlahir dari Ayah berkebangsaan China dan Ibunya berkebangsaan Perancis. Hm, pantas saja bentuk tengkoraknya seperti orang Eropa tapi kulitnya sawo matang dan mulus seperti kulit orang Asia. Di usianya yang muda, 24 tahun, Sophia telah menyandang gelar MSc Hons dari Universitas Oxford, Inggris. Sophia juga menguasai enam bahasa dunia yaitu China Mandarin, Perancis, Inggris, Tibet, Spanyol dan Indonesia. Ia sempat belajar bahasa Indonesia di Yogyakarta meski ia merasa cukup kesulitan untuk turut belajar bahasa Jawa. Sebagai pekerja di FPP yang merupakan partner oraganisasi berbasis kehutanan di Indonesia, ia telah menjelajah beberapa daerah di Indonesia, sayangnya belum ke Lampung. Hm, dia suka tempe bacem dan nasi goreng (yang ini nih sama dengan pengakuan Obama).

Sophia menikmati Hutan, melihat burung Rangkong.
Selamat menikmati Indonesia dan semoga kamu menyukai Indonesia, Sophia. Nice to meet you, katamu dan kubilang nice to meet you too dan semoga kamu sempat mengunjungi Lampung. 

Depok, 23 Nopember 2011
Sumber gambar:
dari akun facebooknya Sophia M H Chao

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram