Tubuh Perempuan, Tubuh Ketidakadilan


Sumber; komnasperempuan.co.id
Perempuan itu diperkosa oleh sepupunya sendiri saat berusia 12 tahun. Tak lama kemudian ia mengetahui bahwa dirinya hamil. Dalam usia yang sangat belia, ia harus menyimpan sendiri derita keperempuanannya dan tak berani mengatakan segalanya kepada keluarganya. Bagaimana mungkin ia akan menunjuk sepupunya sendiri sebagai tersangka ditengah-tengah kerukunan keluarga? Singkatnya, ia tak punya daya upaya untuk membongkar kebejatan salah satu anggota keluarganya. Dalam kebingungan karena tindakan kekerasan seksual yang dialaminya dan bayi yang dikandungnya, ia keguguran. Ia menyiram gumpalan darah bayinya di kloset dan membuangnya, menyatu bersama tinja didalam septik tank. Bertahun-tahun berlalu dan ia tetap menyimpan deritanya sendiri. Sepupunya telah menikah dan memiliki seorang anak dan ia merasa sangat sakit melihat kenyataan itu, seakan-akan sepupunya menjalani hidup tanpa rasa bersalah atas dirinya. Dia sendirian, tak punya teman berbagi. Jika sakit di hatinya tak bisa dibendungnya ia hanya bisa menangis sendirian sembari membenturkan kepalanya ke dinding. Ia sendirian dalam ketakutan, kecemasan dan kengerian akan masa depan. Mungkinkah ada seseorang yang mau menikah denganku? bisik hatinya yang berulang-ulang sepanjang hidupnya. Apakah ada selain dirinya yang tahu betapa jiwa dan keperempuanannya telah dirusak oleh salah satu lelaki dalam keluarganya dan tak ada yang bisa mengadilinya? bertahun-tahun ia hanya menangis sendirian, tak seorang pun mampu melihat penderitaannya. (disampaikan oleh seorang dosen sekaligus konselor, mungkin psikolog juga dalam sebuah perkualiahan, 17 Oktober 2011)

Cerita 2
Seorang karyawati yang kebetulan harus pulang malam menjadi korban perkosaan didalam angkot. Ketika ia pulang dari kantor dan menunggu angkutan yang mulai langka karena waktu sudah menunjukkan tengah malam, sebuah angkot menghampirinya dan berjanji mengantarnya sampai dekat rumahnya. Didalam angkot ada dua lelaki lain selain sopir. Naas, baru melaju beberapa menit salah seorang lelaki menutup pintu angkot sementara yang lainnya memeganginya dan sembari angkot berputar-putar ia diperkosa secara bergilir oleh semua lelaki didalam angkot. Tak lama ia ditinggilkan sendirian di pinggir jalan dalam ketakutan dan kengerian yang tiba-tiba menyelubunginya, harta bendanya didalam tas diambil para lelaki tersebut. Ceritanya ada DISINI

Cerita 3
Pemuda yang tengah mabuk memperkosa teman perempuannya di sebuah karaoke di Senayan City, setelah pelaku meninggalkan korban dalam keadaan tanpa busana, ia juga menyebar photo-photo telanjang korban kepada teman-teman yang ikut karaoke. Gila. Cek disini,

Cerita 4
Seorang selebritis remaja, Widi (band Vierra) dikabarkan mengalami penculikan dan percobaan perkosaan dalam sebuah sedan hitam. Tapi kemudian kasus ini ambigu. Apakah widi diperkosa atau tidak, widi tak mengakuinya, menutupinya. Cek disini, atau disini, atau disini

Cerita 5 dan seterusnya....
-. Gadis 14 tahun diperkosa ayah kandung, cek disini
-. Gadis 17 tahun diperkosa ayah kandung sebanyak 13 kali, cek disini
-. Gadis 13 tahun diperkosa ayah dan abang kandung, cek disini
-. Gadis 14 tahun diperkosa ayah kandung sampai meninggal, cek disini
-. Gadis 14 tahun diperkosa ayah kandung dan ayah angkat, cek disini
-. Gadis 17 tahun diperkosa ayah kandungnya dan dijual ke 200 laki-laki, cek disini
-. Gadis diperkosa ayah kandungnya hingga melahirkan 10 anak, cek disini
-. Siswi SMA diperkosa kakak kandung berkali-kali, cek disini
-. Perempuan 51 tahun diperkosa pacarnya, cek disini atau disini

Cerita 100, 1000, 1 juta, puluhan juta, ratusan juta, mungkin juga milyar.....
Dunia menjadi begitu menakutkan bagi perempuan. Kemanapun mereka pergi, disana ada perangkap, entah ayah, kakak, suami bahkan orang-orang tak dikenal. Mereka dijajah sesama manusia karena memiliki identitas keperempuanan. Seakan-akan terlahir sebagai perempuan adalah kutukan dan dosa. Seakan-akan para penjahat berwajah manis itu tak terbentuk dalam tubuh perempuan dan terlahir dari vagina perempuan.

Kasus pemerkosaan adalah kasus yang paling melukai perempuan. Jiwa akan bergetar karena marah ketika mendengar kasus demi kasus pemerkosaan terungkap ke publik. Kasus pemerkosaan di Jakarta misalnya dalam waktu 9 bulan sejak Januari-September 2011 mencapai angka 40 kasus, membengkak dari tahun sebelumnya yaitu 41 kasus dalam setahun (cek disini dan disini ). Sedangkan di Jawa Tengah berdasarkan laporan Pelayanan Terpadu dari 35 kabupaten/kota selama 2009 terdapat 903 kasus pemerkosaan dan tahun 2010 terdapat 241 pemerkosaan (sangat gila!) ditengah ribuan kasus seperti KDRT, perdagangan manusia, hingga penelantaran, beritanya bisa dicek disini. Bagaimana dengan 32 provinsi lain? Oh dunia...

Menanggapi kasus memalukan ini, Gubernur DKI Jakarta malah menyalahkan perempuan dengan menyeluarkan sebuah pernyataan publik yang kian menyudutkan perempuan (cek disini, atau disini). Rok mini, perempuan disalahkan karena menggunakan rok mini. Lalu bagaimana dengan kasus pemerkosaan yang menimpa bocah ingusan oleh anggota keluarganya sendiri? Apakah sejak terlahir kedunia hingga meninggal seorang perempuan harus menggunakan burqa seperti perempuan Afghanistan untuk menjaga dirinya dari kemungkinan kasus pemerkosaan? lalu bagaimana dengan kasus pemerkosaan tenaga kerja wanita di Arab Saudi misalnya yang dilakukan oleh majikan lelakinya dan bukankah disana mereka berpakaian seperti layanya perempuan Arab, tertutup dan tak menampakkan anggota tubuh? para pahlawan devisa ini bahkan melahirkan bayi-bayi hasil pemerkosaan yang kemudian menjadi beban pemerintah (cek disini, atau disini). Bahkan seorang tkw di Malaysia diperkosa oleh Menteri (cek disini). Logika apa yang bisa digunakan untuk menjawabnya?

Kasus-kasus tersebut adalah kasus yang terungkap ke publik. Berapa jumlah kasus yang tidak terungkap karena ketakutan korban dan rekayasa keluarga untuk menjaga kehormatan keluarga? nyaris tidak ada yang beridiri untuk membentengi perempuan korban pemerkosaan dan seketika kehinaan sosial akan menimpa perempuan korban perkosaan dan keluarganya. Mari kita bertanya: hai pemuda, apakah kamu mau menikahi perempuan korban pemerkosaan?

Tubuh Perempuan (gambar google)
Hanya satu alasan terjadinya pemerkosaan: tubuh perempuan. Tak peduli perempuan itu bocah, perawan, ibu-ibu, cantik dan tidak cantik. Selama perempuan memiliki payudara dan vagina, ia rentan menjadi korban pemerkosaan. Jika bukan kedua anggota tubuh tersebut, memangnya apa yang menjadi alasan pelaku memerkosa perempuan, bahkan perempuan yang merupakan putri kandungnya sendiri, darah dagingnya sendiri? ditututpi atau tidak ditutupi, terlihat atau tidak terlihat, berjilbab atau tidak, perempuan tetap memiliki anggota tubuh yang sama sebagaimana kodratnya.

Perempuan kuat 
Kasus-kasus ini belum ditambah dengan kasus pemerkosaan pada perempuan korban perdagangan manusia/ trafficking. Celakanya, berdasarkan Annual Trafficking in Person Report dari US Department of State kepada kongress The Traffisking Victims Protection Act of 2000, bahwa pada periode April 2001-Maret 2002, Indonesia masuk dalam kelompok negara kategori Tier-34 , yaitu negara yang sama sekali tidak memenuhi standar minimum dalam memerangi perdagangan manusia. Dalam praktek trafficking di seluruh dunia dipastikan ada kasus pemerkosaan, karena kebanyakan para perempuan yang diperjual belikan dijadikan komoditas prostitusi yang bisa diperkosa 25-30 kali sehari, (cek dokumentasinya disini, atau disini atau disini atau disini)

Perlindungan atas keamanan dan kehormatan perempuan begitu lemah. Jika didalam keluaganya saja perempuan tidak merasa aman, kemana perempuan dapat mencari perlindungan real? Perempuan memang harus kuat, tapi apakah bisa perempuan misalnya membawa pisau/gunting dalam tasnya untuk berjaga-jaga dan melindungi dirinya ketika berhadapan dengan lelaki berotak bejat? Perempuan dan tubuhnya menjadi dilema bagi dirinya sendiri. Cantik dan tidak cantik bukan lagi penentu pelaku kejahatan menjadikan perempuan sebagai korban. 

??? 
Disisi dimana perempuan menjadi korban pemerkosaan dan pelecehan seksual dalam bentuk dan melalui motif apa pun, yang sangat membutuhkan perlindungan tapi tak mendapatkannya. Disisi lain banyak perempuan yang menyodorkan dirinya ke lubang buaya dan mulut harimau dan menjerumuskan dirinya sendiri kedalam kehancuran. Banyak perempuan yang kuanggap merasa asing atas dirinya sendiri dan kehormatan yang harus dijaganya. Lihatlah, dimana-mana perempuan begitu mudah menyerahkan dirinya dalam hubungan diluar pernikahan, bahkan mereka yang menutupi tubuhnya dengan simbol agama: jilbab. Banyak perempuan berjilbab misalnya yang rela tubuhnya dirangkul, pipinya dicium, dan sebagainya oleh laki-laki yang bukan suaminya. Bukankah mereka telah menyatakan memerkosa kehormatannya sendiri meski lelaki itu tak memerkosa tubuhnya? sekarang, bagaimana perempuan mau menuntut orang lain membantu menjada dirinya sementara dirinya sendiri mengumbar kehormatannya? Ah, dunia sudah kacau balau.....

Masih ada banyak cerita menyakitkan yang melukai identitas keperempuanan, juga anak-anak yang lahir dari rahim kekerasan akibat pemerkosaan yang mau tak mau akan menghancurkan jati diri 'akar' bangsa. Masyarakat menolak dan mencibir mereka. Mereka yang menjadi korban namun mereka yang dituduh genit dan centil dan tak bisa menjaga diri. Akan sangat menyakitkan jika para ibu diam saja menyaksikan anak-anak perempuannya menjadi korban dan menanggung derita psikologis dan sosial sepanjang hidupnya...

Depok, 18 Oktober 2011

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram