Memanggil Hujan


Siapakah gerangan yang mampu memanggil hujan?

Air sumur kering
Rebutan air
Kemana air?

Ketika kemarau panjang melanda dan orang-orang sholeh memohon pada Tuhan untuk menurunkan hujan tapi hujan gak turun-turun ada sebagian yang bertanya: mengapa doa' orang-orang sholeh itu tidak dikabulkan? di Indonesia kan banyak Muslim dan orang-orang sholeh. 

Sambil merenung aku berpendapat bahwa ternyata orang sholeh dibutuhkan untuk mengadu pada Tuhan, tanpa pengkritik itu menjadikan dirinya sholeh agar bisa sama-sama berdo'a pada Tuhan. Mengapa manusia cenderung mendikreditkan orang sholeh saat doa-doa sosial mereka tidak terkabul sementara kebutuhan hidup berupa hujan adalah kebutuhan semua makhluk, orang sholeh atau tidak sholeh bahkan binatang dan tumbuh-tumbuhan? seakan-akan orang-orang sholeh adalah pemanggil rezeki dari Tuhan dan penghalau balaNya. Ini tidak adil. Fungsi orang sholeh adalah mengajak serta semua orang menjadi sholeh. 

Pernyataan mengenai bahwa banyak Muslim di Indonesia lalu mengapa do'a-do'a mereka tidak dikabulkan? kemudian aku bertanya dalam hati, apakah mereka yang non Muslim percaya pada kekuatan doa orang Muslim? lalu mengapa mereka tidak menjadi Muslim jika meyakini Tuhan berpihak pada Muslim? Pertanyaan penting untuk dijawab: mengapa hujan 'dipending'? mengapa do'a-do'a meminta hujan tak dikabulkan? 

Mari merenung:

وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

"Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang Amat bersih. (QS. Al-Furqan: 48)”.

adakah keterangan tentang hujan yang lebih bermakna dan indah selain ayat ini?

Ini caranya untuk memanggil hujan:
Satu: selalu memohon ampun kepada Allah. Manusia yang selalu menyombong diri akan keberhasilan duniawinya tidak berhak atas rahmat Allah swt. 

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10
يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11)
وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12
Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat , dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Dua: istiqomah atau komitmen dalam menjaga keimanan kepada Allah. Mungkinkan keimanan kita palsu sehingga hujan pun ogah turun?

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا  
"Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).” (QS. Al Jin: 16)


وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ“ "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya .” (QS. Al-A’raf: 96)

Do'a orang beriman manakah yang dikabulkan?

Di zaman Khalifah Harun Al-Rasyid, doa seorang hamba sahaya/ budak/ orang sangat miskin dikabulkan daripada do'a Harun Al-Rasyid sendiri dan seorang ulama dimasa itu. So, doa orang-orang berstatus ulama/ ustadz/kyai di hadapan manusia belum tentu dikabulkan dibandingkan doa-doa orang-orang awam dan miskin. Sesungguhnya tiada tabir/penghalang doa antara Allah dan hambaNya yang ikhlas dan berjiwa bersih. 

Depok, 23.47 wib.
-Merenungi sikap tidak bijaksana ibu kos dalam menyikapi kekeringan di kosan, gimana tho investasi tapi gak mau keluar biaya? beliau yang punya kosan dan menikmati keuntungan dimasa depan masa iya anak-anak kosnya yang diminta bermodal, kejamnya hiks...hiks..hiks...'


Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram