Cinta Diam-Diam



Cintaku
Cinta diam-diamku
Cinta dalam do'a-do'aku
Cinta dalam penjagaan imanku
Cinta itu, remuk kini

Cinta itu kini tak berbentuk lagi
Cinta yang harus kuhapus dari do'a-do'aku
Cinta yang harus kulepaskan dari penjagaan imanku
Cinta diam-diam yang tak boleh meremukkanku

Cinta yang mengejutkanku
sekaligus mengempaskanku
Cinta yang setia mendampingiku
sekaligus menjatuhkanku
Cinta yang menjadi semangat bagiku
sekaligus kegelisahan berkepanjangan
Cinta yang tak pernah terbagi
sekaligus membagi dirinya sendiri
Cinta yang diam-diam memberi jawaban
bahwa episode ini akan segera diakhiri.

Membayangkannya, sungguh tak terbayangkan

Tapi, dia akan segera menikah. 
Bukan denganku.

Wallahi, aku menitipkan hatiku pada Sang Pemilik


Ketika Ia menikah nantinya, aku tak tahu harus bagaimana dalam menyikapi sebuah kehilangan yang abadi. Haruskah aku duduk di beranda berangin sembari menyeruput secangkir kopi panas atau berkebun bunga dan menyesap wangi bunga mawar atau teratai?

Depok, 28 Oktober 2011
-Patah Hati yang tak Terduga-

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram