Indonesia yang Indah


Indonesia, yang berbeda-beda tetapi tetap satu.

Menjadi bagian dari Indonesia yang besar dan kaya tentulah sangat membanggakan sekaligus menjadi tantangan. Entah kenapa Tuhan tidak menakdirkan 'Indonesia' sebagai dunia baru bagi para petarung sejarah dari Eropa yang akhirnya berhasil membangun Amerika yang kuat dan besar setelah menjajahnya atas semangat Gold, Glory dan Gospel? Entah kenapa pula orang-orang Eropa yang merasa ras unggul tak dilahirkan di nusantara? Mungkin wajah dunia akan lain jika Eropa terletak di kepulauan Indonesia dan sebaliknya Indonesia terletak di Utara bumi. Meski pertanyaan ini entah siapa yang sanggup menjawabnya, hari ini aku menemukan 'hal baru' tentang Indonesia yang tak kudengar suara-suara masa laluku. Pak Professor, yang muda dan semangat, membuat kami tercengang dengan apa yang disampaikannya dalam kuliah Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan. Beliau bukan saja begitu terstruktur dalam menjelaskan bahan ajar, tapi terlihat memiliki 'jam terbang tinggi' sehingga begitu menguasai bahan. Siapa beliau? 

Menjelaskan Indonesia dan segala yang terkait didalamnya, terutama dalam aspek yuridis, bukanlah kemampuan ahli akademisi, kecuali jika ia memiliki pengalaman segudang. Bukan main si bapak ini, ternyata orang penting di negeri ini. Beliah ternyata Kepala Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kementrian Dalam Negri Republik Indonesia. Hm, pantas begitu brilian dalam menjelaskan Indonesia dan segala hal tentang ke-Indonesia-an. Bahkan mahasiswa 'bawel' karena suka ngomong banyak tapi 'ruwet' omongannya diam tak berkutik. He..he.., pak Prof telah mengajari mahasiswanya agar berilmu sebelum bicara dan pelajari ilmu manakala mendapatkannya.

Hal paling penting yang Prof Zu berikan hari ini adalah, 'Buka, baca dan pelajari konstitusi negara ini untuk memahami Indonesia.' mau tak mau kan harus membuka kembali file UUD 1945 beserta 4 dokumen amandemennya dan mempelajarinya. Ini bukan pekerjaan mudah. Sebagai mahasiswa yang dituntut untuk memahami bangsanya sebelum berkeinginan untuk membangun bangsanya, aku harus mempelajarinya. Terbayang sudah 5 dokumen sakral itu di benakku. Ya, untuk apa aku mempelajari aneka peraturan perundang-ungangan jika akarnya saja aku tak paham? Duh si bapak, baik banget, deh. Klo dosen-dosen magister seperti ini, para mahasiswanya pasti gak salah arah deh dalam berfikir. 

Depok, 26 September 2011
-Pulang Kuliah, Jadi pengan mempelajari UUD-



Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram