Menghina Islam, Rindu pada Islam



Semalaman, aku berusaha melengkapi link-link di blog ini sesuai kategorinya, termasuk blog para sahabat. Saat aku mencari situs pribadi penulis Karen Armstrong untuk kumasukan dalam link Pena Perempuan, aku malah masuk ke sebuah blog yang didedikasikan bagi mereka yang non-Muslim. Aku penasaran dengan isi blog tersebut (Alamat blognya ada di link blog sahabat, sengaja kumasukan untuk mengikuti sejauh mana perkembangan kemampuan admin blog tersebut menghina Islam secara brutal) dan mulai membaca artikelnya satu persatu.

Aku tidak tahu pasti apa yang dimaksud maksud Non-Muslim dalam judul besar blog tersebut. Semua Non-Muslim atau Non-Muslim dari agama tertentu tapi enggan menyebut langsung keyakinannya? Aku berkata demikian karena dalam beberapa artikelnya, penulisnya nyaris menjadikan Islam, Muhammad SAW dan Al-Qur'an menjiplak Kristen. Aku tak tahu apakah si penulis tahu apakah Yesusnya pernah mengatakan bahwa mereka beragama Kristen, dan apakah kata 'Kristen' merupakan bahasa Ibrani, karena Islam menyebut ummat nabi Isa as dengan sebutan 'Nasrani'?

Dengan sabar aku membaca artikel-artikel dalam blog tersebut sejak pukul empat pagi hingga setelah subuh. Akhirnya aku tahu bahwa si penulis adalah orang yang belum banyak belajar. Dia mau menjadi Islamolog tapi tanpa landasan pengetahuan yang jelas, akurat dan tidak berbahasa dengan baik. Dalam satu artikel, dia bahkan tidak mengerti bagaimana proses penurunan wahyu dalam Islam, sehingga dia merasa heran ketika dalam satu Surat ada ayat yang saling berloncatan. Mungkin dia berharap Al-Qur'an berbentuk seperti kamus bahasa yang memajang A-Z secara berurutan. Dia juga menuduh beberapa bahasa dalam Al-Qur'an merupakan tiruan dari bahasa Ibrani. Bahkan menuduh Islam menduplikasi Hindu. Dalam sejarah perkembangan bahasa, tak ada bahasa yang tak saling saling menyerap antara satu dan lainnya. Atau jangan-jangan bahasa Arablah induk segala bahasa? Jika ia ingin menjadi Islamolog seharusnya mengerti sejarah perkembangan bahasa.

Caranya menghina Islam membuatku jadi geli sendiri. Dia mengkritik Karen Armstrong atas pandangannya terhadap 3 agama (Islam, Yahudi dan Kristen), padahal Karen telah belajar mengenai agama-agama seumur hidupnya dan tiada yang tahu kini apa agamanya. Apakah untuk menghina Islam ia telah belajar dan berpengalaman lebih hebat dari Karen?

Mengapa aku mencantumkan blognya di blog ini? Alasan terkuatnya adalah karena aku tidak takut imanku ternodai atau terlemahkan jika aku mempelajari agama-agama terdahulu. Kupikir sebaiknya penulis blog itu belajar bagaimana cara membaca dan mempelajari Al-Qur'an, dan mempelajari Al-Qur'an itu tidak sama dengan mempelajari kamus antar bahasa. Untuk menguliti Al-Qur'an, seharusnya dia hebat dalam bahasa Arab. Apakah sudah demikian? Atau, pelajari saja kitab suci semua agama yang ada di dunia ini. 

Satu pertanyaan besar: mengapa dia memojokkan Islam?
Karen Armstrong sebenarnya gak istimewa amat. Dia adalah calon biarawati yang hengkang dari gerejanya dan kemudian mendalami banyak agama, terutama Islam, Kristen dan Yahudi dan ia pernah mengunjungi Palestina khususnya di Yerusalem sebagai pusat 3 agama tersebut. Kabarnya, kini Karen sedang mempelajari Budhisme. Aku berkesempatan membaca bukunya yang berjudul 'Sejarah Tuhan' dan sebagai Muslim aku berpendapat bahwa caranya bertutur tidak memihak. Dia hanya mengungkapnya perjalanan agama-agama berdasarkan peristiwa sejarah dan sosial. Baginya ketiga agama tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan memposisikan Yahudi dan Kristen sebagaimana yang Islam sebut yaitu Ahli Kitab. Orang-orang lintas agama di Amerika tercerahkan oleh buku-buku Karen terutama mereka yang selama ini mengindektikan Islam sebagai Arab, yang artinya mereka tidak paham bahwa seluruh bangsa di dunia ini berkemungkinan menjadi Muslim. Bahkan dalam peristiwa 11 September yang mendiskreditkan Islam, tidak semua orang di Amerika membenci Islam dan kaum Muslim sebab mereka tahu bahwa peristiwa itu rekayasa. Alhasil, Karen semakin terkenal setelah peristiwa itu dan sering diminta menjadi. pembicara di banyak forum di berbagai negara.

Mengenai blog tersebut, aku tak tahu apa maksudnya. Satu hal yang pasti, semakin Islam dihina semakin banyak manusia yang mempelajari Islam dan masuk Islam. Suatu saat nanti, ditahun-tahun yang akan datang data statistik keagamaan dunia akan berpihak pada Islam. Fakta di lapangan yang bicara.

Jakarta, 13 Juni 2011

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram