Belajar Jualan Kopi



Biji Kopi 
Aku sedang bingung karena dua bulan kedepan aku terancam menganggur, alias tak memiliki pekerjaan yang memberiku penghasilan. Aku sih tetap bekerja, menulis misalnya untuk sebuah web yang menjajikan gaji dalam US Dollar untuk tulisan-tulisan yang kuupload. Tapi, aku harus menunggu 6 bulan dengan 2 juta kunjungan. Alamak lama sekali. Ketika bingung itulah seorang kawan (Aktivis senior) di Lampung mengajakku bergabung untuk jualan kopi alias berbisnis kopi. Hm, bisnis kopi kan bisa jadi bisnis besar jika dijalani dengan sistematis. Aku jelas tertarik sebab kopi yang dijual meurpakan kopi organik yang sejak beberapa tahun lalu mulai dikembangkan para aktivis di kebun mereka sendiri atau kopi milik petani dampingan NGO lokal. Aku sangat tertarik. Jika aku bisa melakukan tugasku menjadi pemasar kopi ke luar negeri misalnya, atau ke hotel-hotel di Indonesia, niscaya aku akan mengalami kemerdekaan finansial dan aku akan bertransformasi menjadi pengusaha. Oh, pasti indah saat itu. Muda dan punya bisnis menjanjikan.


Tapi Oops! jangan senang dulu. Jalankan dulu bisnisnya, baru nikmati hasilnya. Metode yang langsung kulakukan sih ya meniru cara para pebisnis kopi yang sudah sukses. Pertama-tama, memberi kabar ke kawan-kawanku bahwa kami menjual produk kopi terbaik atau organik. Lalu, aku harus membuat blog yang berisi informasi mengenai jenis, harga, gambar dan cara pemesanan kopi yang kami jual. Tak mudah memang menjadi pemula yang merangkan diantara para raja bisnis ini. Tapi namanya juga berniat jualan, ya harus jualan dan menjual dengan metode yang membuat pembeli terpikat untuk membeli. 

Belajar menjual. Adakah yang mau membagi tips menjual kopi?
Aku punya teman yang bapaknya 'Bos Kopi' sukses dan merupakan orang terkaya kesekian di Lampung Barat. Kira-kira dia mau gak ya berbagi tips?

Jakarta, 26 Juni 2011

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram