Jeremy Teti si Presenter Unik



Aku mengenal Jeremy Teti gara-gara insomnia dan nongkrongin acara televisi sampai larut malam. Jeremy Teti biasa membawakan berita di Liputan 6 malam sekitar waktu tengah malam. Satu-satunya hal yang mengesankan darinya adalah gayanya dalam membawakan berita. Jika banyak presenter berita membawakan berita dengan mimik serius dan intonasi yang sama, Jeremy membawakannya dengan logatnya yang khas. Terutama jika sampai ke bagian berita tentang film teranyar, artis dunia yang sedang terkenal hingga peragaan busana internasional. Gayanya yang khas tersebut menjadikan materi berita yang dibawakannya membuatku tersenyum-senyum. Setiap malam, terutama jika aku harus tidur larut, aku tak sekalipun melewatkan berita malam Liputan 6 yang dibawakan Jeremy. Sebagai penggemar dan penonton aku tak tahu banyak tentangnya, aku hanya terpikat oleh keunikannya dalam menyampaikan berita.

Jeremy Teti terlahir dari keluarga sederhana di Atambua, Nusa Tenggara Timur dan besar Timor Timur (sekarang bernama negara Timor Leste). Untuk meraih impiannya, Jeremy muda merantau ke Yogyakarta untuk kuliah dan bekerja. Dia kuliah di fakultas sospol di salah satu universitas di Yogya, serta mengambil pendidikan broadcast selama setahun. Hasil pendidikannya bagus dan sertfikatnya dia gunakan untuk melamar kerja ke berbagai perusahaan. Ia melamar ke TVRI Yogyakarta, namun ditolak karena belum menyelesaikan kuliahnya meski hasil tes menunjukkan dia lulus. Setelah lulus ia sempat bekerja di perusahaan ekspor-impor sembari terus mengejar impiannya untuk menjadi presenter televisi.

Jeremy Teti saat membawakan berita Liputan 6 malam
Akhirnya pada tahun 1994 ia  melamar sebagai reporter ke SCTV Surabaya. Karena pada saat itu ia masih merupakan pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap dan tidak memiliki banyak uang, maka dalam melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Surabaya dengan menginap di terminal bis. Ia kemudian diterima di SCTV Surabaya. Tak lama ia pindah ke Jakarta untuk memperjuangkan impiannya diterima di program Liputan 6 Pagi. Dengan perjuangan berat dan kegigihannya meraih impiannya, ia bersama Ira Koesna berhasil menjadi presenter pertama kali on air perdana Liputan 6 Pagi dalam rangka ulang tahun SCTV pada 24 Agustus 1996.

Sebagai jurnalis, Jeremy memiliki pengalaman sedemikian rupa selama menjadi reporter SCTV. Ia pernah hampir terbunuh saat melakukan liputan di Timor Timur saat propinsi itu memilih berpisah dari Indonesia dan hendak mendirikan negara baru. Tak cukup disitu, ia dan kru SCTV bahkan pernah tidur di dalam penjara. Pada kerusuhan Mei 1998, ia melakukan liputan dan nyaris tinggal di lokasi kejadian untuk mendapatkan berita-berita terlengkap mengenai peristiwa tersebut. 

Memiliki jam kerja yang berbeda dari kebanyakan pekerja, Jeremy seringkali menggunakan angkutan umum untuk pergi dan pulang bekerja. Selain efisien mengurangi kemacetan, juga mengurangi resiko kecelakaan jika ia mengendarai kendaraan pribadi dalam keadaan lelah. Untuk menjaga penampilannya agar terlihat segar, ia selalu menggunakan eye liner. Selain itu untuk menjaga kebugaran tubuhnya dan menyalurkan hobinya ia selalu melakukan olahraga tennis. Dan ia selalu berusaha merasa bahagia dan menikmati hidup agar hari-harinya bermakna. 

Hm, kapan ya bisa ketemu dan ngobrol-ngobrol?

Jakarta, 11 Juni 2011
sambil menonton acara Opera Van Java Awards yang kocak luar biasa

Wijatnika Ika

1 comment:

PART OF

# # # # #

Instagram