SEJARAH TUHAN


Bagiku, membaca buku ini merupakan pengalaman yang mendebarkan sebab aku seperti terbawa pada zaman-zaman yang diulas didalamnya, dimana zaman-zaman tersebut tak bisa kubayangkan bagaimana kondisinya. Sebagaimana kebanyakan Muslim di Indonesia yang memperoleh pendidikan "Islamiahnya" melalui pendidikan satu arah, secara otomastis pikiranku segera membangun pertahanan bahwa segala yang kubaca dalam buku ini pastilah telah kudapat keterangannya melalui Al-Qur'an. Sebagai Muslim aku menjadikan Islam sebagai tolak ukur dalam menilai segala hal, termasuk bahan bacaan. Pembelajaranku tentang Islam, baik dari Al-Qur'an dan Al-Hadits, juga dari banyak bahan bacaan, membuatku begitu tertarik untuk terus menekuni pencarianku tentang masa lampau. Masa dimana manusia bergelut dengan dirinya sendiri dalam memahami Tuhan dan nilai-nilai yang difirmankanNya, hingga kemudian manusia menciptakan Tuhan dalam pikiran mereka sendiri dan menganggap bahwa semua agama sama.

Untuk memahami buku ini, aku harus membaca buku penunjangnya dan tentu saja jumlahnya banyak dan mungkin rantainya tak akan pernah berakhir. Namun, meski seringkali muncul pertanyaan-pertanyaan baru setiap kali kubaca lembar-lembar terjauh buku ini, jiwa dan pikiranku selalu membawaku pada apa yang Tuhanku beritakan dalam Al-Qur'an. Sebagai kitab pengetahuan yang tak terbantahkan, Al-Qur'an selalu membawaku pada berita-berita tentang kebenaran yang disangkal kebanyakan manusia, terutama yang mengaku bahwa diri mereka bijak. Alhasil, apa yang diberitakan dalam buku ini yaitu pencarian manusia akan Tuhan dan perdebatan manusia akan eksistensi Tuhan, selalu membawaku pada pertanyaan masa lampau, saat aku kecil hingga remaja:

Bagaimana rasanya hidup abadi? untuk apa hidup abadi? mengapa manusia hanya diberi umur 'sekian' untuk hidup di dunia jika kelak akan hidup abadi? mengapa Tuhan menakdirkanku lahir dari keluarga Muslim? apakah aku tak akan menjadi Muslim jika lahir dari keluarga non-Muslim? mengapa Tuhan membiarkan orang-orang intelek tidak menjadi Muslim? mengapa Tuhan membiarkan diriNya memiliki pesaing 'Tuhan lain selain Allah'? mengapa manusia menganggap bahwa semua agama sama sedangkan setiap agama jelas-jelas berbeda dan 'bohong' jika mereka mengakui bahwa semua agama sama? apakah manusia memang malu mengakui bahwa agama-agama memang berbeda hanya untuk menyelamatkan diri dari dikatakan fundamentalis dan fanatik? 

Keimananku, yang pasang surut, membuatku belajar bahwa benar menjadi Muslim bukanlah takdir, melainkan pilihan. Menjadi Muslim harus sanggup dan kuat menghadapi tantangan dunia yang semakin lama semakin liar, dimana sebagian besar manusia mengatakan bahwa kebaikan versi manusia adalah kebaikan universal sehingga menganggap bahwa "Tuhan paham kok maksud kita" dan "Kita menuju Tuhan yang sama". Aku hanya khawatir terjebak pada satu dosa yang tak terampuni diantara dosa-dosa besar lainnya yang menakutkan. Yaitu syirik = menduakan Allah. Dan Allah, yang disebut sebagai Tuhan orang Islam dalam buku ini membuatku tersenyum bahagia bahwa memang hanya mereka yang memahami Islam yang meyakiniNya sebagai Tuhan yang menciptakan alam semesta. Tuhan yang tidak tidur, tidak makan, tidak membutuhkan apa yang dianggap manusia dibutuhkan Tuhan, tidak lalai, tidak miskin, tidak jahat, tidak berkelurga, tidak pelit, tidak membutuhkan jenis kelamin, tidak perlu divisualisasikan dan tentu saja Maha Sempurna. Bukti sederhananya adalah bahwa Allah tak membutuhkan apapun dari manusia.

Membaca buku ini, dan memahami tujuan penulisnya membuatku semakin yakin bahwa Islam memang universal. Allah, Tuhan orang Islam (yang disebut dalam buku ini) menyatakan bahwa Islam adalah penyelamat bagi manusia. Kebenarannya bisa dijelaskan dari fakta-fakta bahwa Islam memiliki bahasa universal yaitu bahasa Al-Qur'an, Islam memiliki pusat pertemuan universal yaitu Ka'bah, Islam memiliki konsep persamaan yang jelas (derajat keimanan seorang Muslim tidak ditentukan oleh keturunan, kekayaan, kecerdasan, jabatan hingga jenis kelamin melainkan oleh kesolehannya), Islam memiliki sumber hukum yang jelas dan detail, Islam memiliki penganut yang terus bertambah, Islam memiliki pesona yang kuat sehingga seluruh dunia sangat ingin menghancurkannya, dan seorang Muslim tak perlu perantara untuk meminta ampun atas dosa-dosanya atau meminta agar do'a-do'anya dikabulkan oleh Allah.

Sayangnya, sebagian besar Muslim malu menunjukkan karakternya sebagai Muslim dan sebagai umat terbaik.

Buku ini, aku berterima kasih pada penulisnya yang brilian, penjelasan dalam buku ini seperti bahan bakar yang memperkuat keimananku sebagai Muslim. Dan dalam kisah Sejarah Tuhan selanjutnya yang terus dimunculkan manusia, aku menunggu apa yang akan terjadi....

Buku ini harus masuk daftar bahan bacaan siapapun. Keren pokoknya.

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram