PEARL OF CHINA


Dalam novel terbarunya Pearl of China, penulis Anchee Min memberikan gambaran mengenai banyak hal tentang China pada akhir masa kekaisaran, masa Revolusi Kebudayaan dan pasca Revolusi Kebudayaan. Kisah ini dibingkai dalam perjalanan sepasang sahabat, Pearl S Buck dan Willow Yee, termasuk kisah-kisah yang diceritakan Min pada novel-novel sebelumnya. Willow adalah gadis China miskin, sementara Pearl adalah putri sulung seorang missionaris Amerika.

Persahabatan antara Pearl dan Willow (tokoh gabungan sahabat-sahabat Pearl) diawali oleh pengejaran Pearl atas Willow yang mencuri dompet ayahnya (Absalom) yang baru saja menolong Willow. Berkat kecurangan Willow, Pearl tak menemukan dompet ayahnya dan tak bisa membuktikan kesalahan Willow pada ayahnya. Willow lahir dari keluarga miskin, sehingga untuk bertahan hidup dia diajari mencuri, apalagi kondisi China saat itu sangat sulit. Suatu hari, Pearl menangkap basah Willow mencuri kue dirumahnya dan mengadukannya pada ibunya (Carie) namun ibunya tak peduli pada pengaduannya. Carie langsung menyukai Willow dan sangat suka mengajari Willow bermain piano dan menyanyi. Carie menjadikan Willow sebagai paduan suara gereja pimpinan Absalom di kota Chin-Kiang tempat mereka tinggal, di Selatan sungai Yangtse.

Willow sangat dekat dengan ayahnya yang pura-pura masuk kristen hanya untuk mendapatkan makanan dari gereja pimpinan Absalom dan mendapat uang dari kegiatannya membantu Absalom di gereja. Sementara Pearl selalu mengkritik ayahnya yang dianggapnya lebih peduli pada misinya membawa orang pada Kristen daripada keluarganya. Pearl lebih suka membaca buku-bukunya, meskipun ia muak harus sedikit demi sedikit belajar tentang Amerika. Pearl fasih berbahasa China dengan berbagai aksen dan sedang mulai belajar bahasanya sendiri, bahasa Inggris. Persahabatan mereka dimulai ketika Pearl menolong Willow dari percobaan perkosaan yang dilakukan oleh seorang lelaki magang di tukang besi yang sering memberinya kacang hijau. Sejak itu mereka dekat.

Pearl, Absalom, Wang Ah-ma, Grace, Carie,
Pada masa itu, pemberontakan kian merajalela di China, terutama yang dilakukan oleh kaum Boxer yang sangat tidak menyukai orang asing. Demi keselamatannya, Pearl terpaksa pindah ke Shanghai untuk melanjutkan sekolah sementara Willow dinikahkan secara paksa dengan lelaki kaya yang bisa membantu biaya pengobatan neneknya. Tak lama setelah Pearl dan keluarnya pergi, keadaan kota kacau dan rumah mereka dibakar. Gereja Absalom hampir saja dibakar jika saja ayah Willow tidak menggantikan patung Yesus dengan patung Budha duduk. Tiga tahun kemudian, di tahun permaisuri Tzu Hsi meninggal dunia, dan keadaan China begitu kacau, mereka bertemu kembali. Pearl tumbuh sebagai gadis cantik yang cerdas, sementara Willow tengah putus asa dengan pernikahannya. Pertemuan itu tak lama, sebab Pearl harus kembali ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan. Beberapa tahun lamanya mereka hanya berkomunikasi lewat surat. 

Demi ibunya, Pearl kembali ke China bersama John Lossing Buck, kekasihnya (si insinyur pertanian) yang juga sekolah di Amerika. Mereka menikah di Chin-Kiang dan tak lama kemudian dikaruniai seorang putri. Sementara Willow sibuk menghidupkan The Chin-Kiang Independent yang nyaris bangkrut. Pernikahan Pearl mulai kacau saat Lossing tak peduli lagi dengan putri mereka (carol) yang sakit, dan ia prustasi karena para petani tak mau lagi menerapkan konsep pertanian yang dibawanya dari Amerika. Para petani China lebih suka bertani dengan cara mereka sendiri. Di tengah kekacauan hidupnya, Pearl menenangkan diri dengan menulis. Pearl terus menulis karena butuh uang banyak untuk biayan pengobatan Carol di Amerika, sementara Lossing sudah tak peduli pada mereka. Penderitaan Pearl semakin bertambah manakala ibunya meninggal dan ia tak menemukan obat untuk penyakit anaknya. Absalom semakin gila dengan misinya menyebarkan Kristen. Sedangkan Willow meraih kesuksesannya, selain menjadi penanggung jawab Sekolah Menengah Putri Kristen Chin-Kiang melanjutkan kepemimpinan Carie, ia juga menjadi editor The Nangking Daily

Meski Pearl merupakan dosen favorit di Universitas Nangking dan pekerjaan itu memberinya nafas, namun tetap saja kondisi keluarganya membuatnya harus bekerja keras, terutama bagi Carol.  Dia juga semakin terpukul ketika mengetahui suaminya memiliki affair dengan salah seorang mahasiswi yang selama ini menjadi asisten lapangan sekaligus penerjemahnya. Namun, semua berubah ketika Willow membawanya bertemu dengan pujangga Hsu Chih-mo yang memperjungkan hak melek huruf akum pekerja. Mereka bertemu pertama kali saat diadakah sebuah acara dengan Rabindramath Tagore yang langsung datang dari India. Willow diam-diam mengagumi dan mencintai Hsu Chih-mo, namun harus memendamnya karena lelaki itu sangat menyukai Pearl, meski Pearl tak acuh. Pearl cuek, sebab ia tahu tak mungkin berselingkuh karena ia perempuan bersuami dan hanya memikirkan Carol. Namun, kekosongan hatinya membuatnya dekat dengan Hsu Chih-mo. Sedang Willow didekati habis-habisan oleh Dick Lin, teman Hsu Chih-mo. Dick Lin berjanji memenuhi semua keinginan Willow, termasuk membantu Pearl.

Hsu Chih-mo meninggal dalam kecelakaan pesawat pos, ketika hendak mengurus perceraian dengan istrinya yang pecandu opium untuk kembali pada Pearl. Namun, kematiannya membuat Willow sadar bahwa cintanya pada lelaki itu adalah cinta sebagai sahabat, dan ia bersyukur telah menjadi sahabat bagi Hsu Chih-mo yang membuatnya memiliki akses untuk menyelamatkan naskah-naskah asli Hsu Chih-mo, hingga dapat mempublikasikannya. Setelah kematian Hsu Chih Mo, Willow menikah dengan Dick Lin. Karir lelaki itu semakin cemerlang sebagai anggota partai komunis. Akibat gerakannya, Dick ditangkap pasukan nasionalis pimpinan Chiang Kai-Shek dan dipenjara. Meski Dick dibebaskan Absalom menggunakan jalur gereja, namun Dick tidak mau berterima kasih dengan menjadi Kristen. Dick tidak percaya Tuhan. 

Masa-masa Revolusi China menuju Republik, China mengalami kekacauan hebat dan orang-orang asing dibunuh tanpa ampun. Pasukan nasionalis memburu orang asing yang dianggap mendominasi perekonomian China, hingga ke desa-desa, termasuk keluarga Absalom. Pearl terancam dan mau tak mau ia harus pulang ke Amerika, ke tanah yang tidak ia anggap sebagai tanah airnya. Sementara Willow mengalami tekanan hebat sebab kejayaan komunisme membuatnya harus kehilangan Dick sebagai suami. Willow tidak mau masuk partai Komunis sebab ia membenci kekejaman Mao dan idenya yang tidak membawa perubahan. Komunisme membuat ia jauh dengan putrinya, Rouge yang dididik secara militer sebagaimana anak-anak pejabat komunis lain, dan Dick yang jabatannya semakin tinggi. 

Dick menjadi salah satu orang kepercayaan Mao, sementara Madam Mao jengkel dengan Willow yang tidak mau bergabung dengan komunis. Willow mengkhawatirkan kondisi China, sehingga secara diam-diam ia bersurat-suratan dengan Pearl yang mengecam kebijakan Mao. Sebuah suratnya untuk Pearl, ketahuan pihak intelijen Komunis dan hal ini membuat Dick mengalami masalah. Mau tak mau Willow menandatangani formulir keanggotaan Partai Komunis. Namun, dia melakukannya sebagai topeng untuk menyelamatkan Dick dan Rouge. Dia tetap menjalankan ibadahnya sebagai Kristen, sementara Rouge mendalami buku-buku Mark. Tak lama, Dick berhasil menjadi salah satu menteri di pemerintahan Mao dan mereka diperbolehkan tinggal di salah satu istana di Kota Terlarang, istana yang kenangan kekaisaran China yang terakhir, dan menjalani hidup mewah. Alasannya agar Dick dekat dengan Mao dan untuk mempermudah semua urusan partai dalam mewujudkan revolusi.

Willow ditangkap setelah petugas pos melaporkan kegiatan surat menyuratnya dengan Pearl, dan Mao menuduhnya sebagai mata-mata Amerika. Willow dijebloskan ke penjara. Mao sangat ingin Pearl (yang telah  menjadi penulis terkenal berkelas internasional) mendukungnya dengan anggapan tulisan-tulisan dan buku-buku Pearl dibaca diseluruh dunia. Madam Mao memaksa Willow untuk menulis artikel yang memojokkan Pearl selama hidupnya di China (selama 42 tahun). Salah satunya mengungkapkan bahwa buku The Good Earth sebagai racun tanaman. Namun Willow menolaknya, ia tak sudi menjerumuskan sahabatnya demi keselamatannya. Madam Mao memberikan perpanjangan hukuman 5 tahun. Sementara Dick dijebak dengan perempuan cantik sehingga seluruh rahasia Dick membenci tindakan Mao terungkap. 

Tak lama setelah Rouge lulus dari sekolah Kedokteran Universitas Beijing, Willow diperintahkan kembali ke Chin-Kiang sebagai hukuman lanjutan. Rouge yang tidak diizinkan berpraktik sehingga hanya bekerja di pabrik tekstil, memilih mengikuti Willow menuju Chin-Kiang. Di kota yang telah hancur itu, masyarakat tinggal di dalam gereja yang telah berubah menjadi barak dan kota-kotak tidur untuk ratusan orang. Willow bersyukur masih hidup, meski ia tak bisa berbagi kabar dengan Pearl. Di kota itu, ia berkumpul kembali dengan ayahnya dan masyarakat kota yang miskin dan tak punya rumah. 

Ketenangan hidupnya di Chin-Kiang terusik oleh kedatangan seorang Mantan Jendral yang ditipu Mao, yang mengantarkan surat Dick untuknya. Dalam surat itu Dick menerangkan bahwa ia telah lama dipenjara akibat tuduhan pengkhianatan oleh Madam Mao, yang sangat berambisi menghabisi siapa saja yang dekat dengan Pearl S.Buck. Novel terbaru Pearl tentang kekejaman komunis di China telah membuat Mao kehilangan selera untuk meminta dukungan Pearl yang menjadi konsultan Presiden Kennedy. Juga menceritakan jebakan Madame Mao yang mengirim mata-mata untuk menjadi selingkuhannya.

Willow mencari Dick ke penjara dan mendapati kenyataan bahwa Dick telah mati akibat kelaparan. Willow pergi ke tempat pemakaman terbuka, yang semua mayat-mayatnya tidak dikuburkan. Tubuh-tubuh mayat rusak akibat gigitan burung dan gigitan anjing liar. Willow menemukan mayat Dick lalu membakarnya, dan membawa abu Dick untuk dibawa ke Chin-Kiang dan diadakan penguburan secara layak. Menjelang segalanya berakhir, mereka semua mendengar suara Pearl di Voice of America, dan itu cukup menghibur mereka. Setahun setelah kunjungan Presiden Nixon ke Chin-Kiang, Pearl meninggal dunia pada 1973. 

Komunisme pimpinan Mao tumbang dan Madam Mao diperjara oleh rezim yang baru. Willow dihargai sebagai 'sejarah hidup' sehingga hidupnya senang dan memperoleh berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah. Willow (sudah renta ketika itu) berhasil berangkat ke Amerika guna mengunjungi makam dan rumah Pearl di. Willow memahami kekuatan cinta Pearl untuk China, sampai-sampai Pearl membuat kediamannya sangat China. Kuburannya, bahkan terletak di taman bertema kota Chin-Kiang di dekat rumpun bambu yang nisannya bertuliskan Sai Zhen Zhu atau nama China untuk uPearl Sydenstricker. Meski tak bisa bertemu Pearl, Willow sangat senang bahwa apa yang Pearl lakukan telah membantu China untuk bangkit dan memperlihatkan kepada dunia kondisi China yang sesungguhnya. 

Depok, Mei 2011

Sumber gambar;
http://1ms.net/chinese-princess-309696.html

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram