(bukan ) SELINGKUH ITU INDAH


Selingkuh adalah sebuah pengkhianatan dan kejahatan. Apapun alasannya, selingkuh adalah perbuatan yang sangat menjijikan dan memalukan. Aku berkata demikian karena saat ini, selingkuh dianggap hal biasa dan lazim terjadi pada orang-orang yang merasa belum puas dengan percintaannya atau merasa bosan dengan kehidupan rumah tangganya. Meski banyak pihak yang menjadi korban perselingkuhan, nampaknya mereka yang dibutakan oleh cinta justru menyatakan diri bahwa teman selingkuh mereka adalah cinta sejati yang selama ini mereka tunggu. 

Seorang kawan, sebut saja M (30) menjadi korban persleingkuhan suaminya saat ia sedang mengandung anak pertama mereka. Beban psikologisnya membuat kehamilannya nyaris gagal dan anak pertamanya lahir prematur. Lelaki yang menjadi suaminya, bahkan tak pernah melihat anak mereka kecuali hanya sekali saja. Saat ini, dia ingin sekali berpisah dari suaminya dan ingin mereka berdua bebas dari ikatan yang tak mungkin mereka sambung lagi, namun suaminya menggantungnya. Dia hanya berharap bahwa anaknya menjadi puteri yang kuat. Seorang kawan lain, sebut saja Z (28) merupakan seorang perempuan cerdas dan memiliki prinsip hidup yang kuat. Tapi, siapa sangka bahwa ia menjalin hubungan dengan lelaki yang merupakan suami perempuan lain. Mereka seringkali kedapatan sedang menikmati saat-saat bersama dan menganggap bahwa hubungan tersebut adalah wajar dan hak.


Terakhir, seorang lelaki yang memiliki posisi tinggi di sebuah lembaga pemerintahan, menyimpan gambar-gambar perempuan telanjang dalam komputernya dalam sebuah file yang dinamai dengan tugas-tugas kantornya. Padahal istrinya adalah seorang perempuan yang setia, yang 24 jam melayaninya dan anak-anak mereka. Setiap hari, perempuan itu melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat dengan sungguh-sungguh. Mencuci pakaian dan menyetrikanya sehingga setiap anggota keluarnya hanya perlu memakainya kapan mereka memerlukan, memasak masakan yang lezat sesuai dengan keinginan anggota keluarga, merapikan rumah dan taman, serta menjaga dirinya dari hal-hal yang dapat melukai keharmonisan rumah tangga mereka. Aku seringkali melihat perempuan itu mengeluh kesakitan karena terlalu lelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Namun, dia sama sekali tak tahu apa yang disembunyikan suaminya sebab dia adalah perempuan yang polos dan tak memahami teknologi. Intinya, perselingkuhan adalah sebuah perilaku menjijikan.

Selingkuh, apa pun alasannya -dan seringkali alasannya adalah pencarian cinta sejati- merupakan perilaku yang sangat keterlaluan. Selain menyakiti pasangan hidup, selingkuh merupakan pengkhianatan pada janji pernikahan yang tak saja sebagai janji kepada pasangan dan keluarganya, juga pada masyarakat dan terutama kepada Tuhan. Pernikahan, yang sesungguhnya ikatan suci adalah benteng bagi setiap orang untuk hidup dengan aturan hukum, sebab hanya pernikahan yang merupakan naungan sejati bagi cinta. Oleh karena itu, perselingkuhan yang dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki pasangan/ menikah merupakan tindakan kriminal sebab hal tersebut bertentangan dengan hukum dan hak asasi manusia.

Ada banyak faktor penyebab terjadinya perselingkuhan. Secara umum, penyebab perselingkuhan yang terjadi pada pria maupun wanita disebabkan oleh hal-hal berikut (http://organisasi.org/):
1. Ingin menghindari masalah rumah tangga atau masalah pribadi
2. Memiliki keimanan dan ketakwaan yang rendah pada agamanya
3. Gemar bermain cinta dengan yang bukan isteri / suami resmi
4. Memiliki nafsu birahi yang tinggi dan tidak terkontrol
5. Punya sifat dan bakat playboy / playgirl sejak sebelum menikah
6. Untuk menghilangkan rasa sakit hati atau sedih akibat kehilangan
7. Suami atau isteri tidak bisa membahagiakan/menyenangkan dirinya
8. Sifat mau menang sendiri atau ego pada pasangan
9. Rasa ingin coba-coba bagaimana rasanya selingkuh
10. Pertengkaran dalam rumah tangga
11. Tidak mampu menepati janji suci komitmen pernikahan
12. Dorongan atau pengaruh buruk dari lingkungan sekitar yang sesat
13. Pasangan resmi tidak jujur ketika belum menikah sehingga kecewa
14. Hobi yang menjurus ke arah selingkuh seperti clubbing, pijat, chatting, dan lain-lain.

Sebuah penelitian mengenai perselingkuhan baik yang dilakukan oleh suami atau istri menemukan bahwa perselingkuhan terjadi akibat tidak terpenuhi kebutuhan suami atau istri dalam perkawinan mereka. Secara umum setiap istri memiliki lima kebutuhan utama dalam pernikahan, yaitu kasih sayang sebagai bentuk perlindungan, percakapan sebagai bentuk komunikasi, ketulusan dan keterbukaan yang menjadi kunci lahirnya kepercayaan, finansial komitmen sebagai bentuk tanggung jawab suami pada keluarga, dan komitmen suami pada keluarga. Sedangkan secara umum setiap suami memiliki lima kebutuhan utama dalam pernikahan, yaitu kebutuhan seksual sebagai wujud kasih sayang istri, kebersamaan dalam rekreasi sebagai wujud keceriaan istri dalam menyenangkan suami, istri yang menarik atau memiliki kecantikan fisik, dukungan dalam rumah tangga sebagai wujud kepercayaan dan kedamaian, dan kekaguman sebagai wujud rasa bangsa istri terhadap suami. Jika kelima kebutuhan dasar tersebut, maka besar kemungkinan suami atau istri akan mencari pasangan lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Ah, kepalaku pening sekali bicara soal perselingkuhan.

Selingkuh, ternyata memiliki efek yang dahsyat. Selain menyebabkan kehancuran sebuah keluarga dan menciptakan trauma pada anak-anak, juga menyebabkan resiko penyakit jantung khususnya bagi pria. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Center for Forensic Medicine di Jerman membuktikan bahwa pria yang tak setia dan berselingkuh memiliki kemungkinan meninggal dunia saat berhubungan seks lebih besar dari pria yang setia kepada pasangannya. Kematian ini terjadi karena para pria yang berselingkuh memiliki tekanan psikologis seperti takut ketahuan sehingga memompa adrenalin yang membuat mereka terlampau bergairah.

Satu hal yang mungkin masih tak bisa dipercaya dan selama ini masih dalam perdebatan adalah bahwa sebagian besar orang memaklumi perselingkuhan namun menolak poligami. Padahal dalam kenyataannya, laki-laki yang melakukan poligami tidak pernah mengalami penyakit kelamin atau sakit jantung, sebab mereka melakukan hubungan tidak dalam ketakutan. Sementara, mereka yang berselingkuh dan sering berganti pasangan selalu saja mengalami penyakit kelamin, yang menunjukkan bahwa dengan dalih apapun perselingkuhan selalu berdampak buruk. Meskipun aku bukan pendukung konsep poligami, namun bukti menunjukkan bahwa Firman Allah tentang manfaat poligami adalah benar. Apakah masih ada pembelaan pada perselingkuhan?

Jakarta, 18 April 2011

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram