ANCHEE MIN and EMPRESS OF CHINA


Empress of China


Sejak pertama kali membaca novelnya, Empress Orchid aku langsung jatuh cinta pada tulisan dan ide-ide Anchee Min. Dia dan para perempuan yang ia ceritakan seperti memiliki ikatan khusus. Sebagai penulis, Min cukup berani. Dan semua novel-novelnyer berkisah tentang perempuan. Apakah Min semacam aktivis perempuan yang bergerak melalui dunie literasi?

Anchee Min adalah perempuan keturunan China yang kini tinggal di San Francisco. Min berani dalam bertutur.  Novel-novel Min dianggap mengganggu stabilitas sejarah versi pemerintah China, sehingga perempuan-perempuan China tak dapat menikmati novel yang susungguhnya penggambaran masa lalu China dan kondisi perempuan dalam kehidupan bangsa China. Dari ketujuh buku fenomenal Min, aku baru membaca dua saja dan dalam waktu dekat ini aku akan memburu novel terbarunya, Pearl in China, sembari memburu novel-novel lawasnya. Aku harus punya seluruh karyanya. Novel Min penting bagi pencerahan kaum perempuan dan aku harus mewariskan hikmah kisah-kisah masa lampau ini pada para perempuan yang selama ini terpasung dalam pikiran mereka sendiri bahwa mereka lebih rendah dari laki-laki akibat konstruksi berfikir ala laki-laki. Jika mereka masih meyakini itu, berarti  mereka tidak meyakini bahwa Tuhan Maha Adil.

Red Azalea merupakan memoir kehidupan Min sekaligus karyanya yang pertama yang ditulis dalam bahasa Inggris dan terbit pertama kali pada tahun 1992. Min dilahirkan di Shanghai pada tahun 1957 dari keluarga terpelajar yang menjadi bulan-bulanan Revolusi Kebudayaan yang diciptakan Jiang Ching (Nyonya Mao). Pada usia 17 ia dikirim ke pertanian kolektif dan memperoleh banyak pengalaman disana. Tak lama, ia berhasil lolos untuk main dalam film Red Azalea dan bergelut dalam pergolakan batin saat ia menjadi bagian dalam Revolusi Kebudayaan yang merupakan ambisi Madame Mao. Film tersebut tidak selesai produksi karena Mao meninggal dunia. Min yang masih muda adalah satu dari banyak korban sekaligus saksi Revolusi Kebudayaan. Ia memiliki sisi terdekat dengan Madame Mao sehingga karyanya ini menjadi sisi pembanding bagi karya-karya lain yang mencaci Madame Mao yang dikenal sebagai anjingnya Mao Zedong.

Becoming Madame Mao, berkisah tentang gadis bernama Yunhe, lahir di provinsi Shangdong, yang memiliki ambisi untuk menjadi aktor dan aktris film. Ia meubah namanya menjadi Jian Ching. Dalam perjuangannya ia kerap kali jatuh dari pelukan satu laki-laki ke laki-laki yang lain. Ia tiga kali menikah dan semuanya gagal. Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi anggota partai Komunis yang kemudian mempertemukannya dengan Mao Zedong. Ia kemudian menikah dengan Mao dan banyak berdiskusi mengenai gagasan politik Mao, namun Mao tidak mau tampil dengannya di depan umum. Bahkan dalam pernikahannya, ia tak mendapat tempat dibandingkan dengan banyak perempuan yang menjadi teman tidur Mao secara bergantian sehingga membuat Mao terkena penyakit Spilis. Ketika rekan-rekan politik Mao meninggalkannya, Mao memanggilnya kembali dan menjadikannya rekan perjuangannya. Setelah Mao meninggal ia sempat dipenjara bahkan diasingkan ke Soviet, namun masih saja membela ideologi suaminya. Pada usia 77 tahun ia menggantung dirinya sampai mati. (Namun dalam versi lain ia dikisahkan dihukum mati). Tragis sekali menurutku. Setelah puluhan tahun berjuang keras demi bertahan hidup dan demi meraih cita-citanya, bahkan sanggup menjadi anjing bagi suami yang merendahkan derajatnya, ia mengakhiri segala perjuangannya dengan cara yang tidak pantas. Atau mungkin saja sesungguhnya dia gila? Ah, tapi kisah ini cukup inspiratif.

Wild Ginger adalah kisah percintaan yang begitu kuat dan erotik antara Maple and Wild Ginger yang berlatar belakang kejamnya Revolusi Kebudayaan China. Kisah dipenuhi kenaifan dan perumpamaan yang puitis, Maple melihat bahwa teman sekolahnya Wild Ginger menjadi bintang di  The Little Red Guards. Dimasa itu ditempat manapun di China, hubungan seksual tidak diizinkan, Wild Ginger menyukai Evergreen namun membantah ia menyukainya -tapi Maple manganggapnya sebagai hal tak beretika. Ketika Maple dan Evergreen berencana untuk meninggalkan Shanghai untuk hidup bersama di pedesaan China, Maple meremehkan Wild Ginger's  yang merasa dikhianati dan membayangkan pembalasannya yang mengerikan dengan menggunakan kekuatan politik untuk memisahkan mereka...

Empress Orchid adalah novel Min yang pertaka kali kubaca. Aku membacanya dengan sungguh-sungguh, seakan-akan aku dapat melihat suasana China di akhir abad 19. Novel ini bercerita tentang seorang gadis bernama Anggrek yang mengalami kepahitan hidup setelah ayahnya, Gubernur provinsi Anhwei, meninggal di masa paceklik sehingga membuat keluarga mereka jatuh miskin. Bersama ribuan gadis lain di seluruh China, Anggrek mengikuti pemilihan calon istri bagi kaisar muda Hsien Feng daripada dinikahkan dengan sepupunya yang idiot dan pecandu opium. Setelah melalui proses seleksi yang panjang dan melelahkan, Anggrek terpilih menjadi istri kaisar bersama 6 gadis lain. Sejak saat itu ia dipanggil dengan nama klan ayahnya, Yehonala. 

Intrik didalam keluarga istana membuatnya hampir tak bisa bertemu dengan kaisar dan membuatnya dilanda kebosanan. Ia bosan dengan kemewahan namun miskin kebebasan. Atas bantuan kasim kepercayaannya, ia berhasil menjadi selir kesayangan kaisar dan berhasil masuk ke kamar kaisar dan membantunya dalam urusan kenegaraan. Kecantikan dan kecerdasannya membuat kaisar tersadar telah melewatkan istrinya yang kesekian itu dalam dari kehidupannya. Yehonala kemudian melahirkan seorang putra dan atas jasanya melahirkan penerus takhta ia diangkat sebagai permaisuri, jabatan yang sama dengan permaisuri Nuharoo yang sama sekali tak disukai kaisar. Karena kaisar merupakan pria lemah dan menderita penyakit kelamin akibat sering disuguhi pelacur, maka Yehonala terjun dalam urusan kenegaraan hingga kaisar wafat dan putranya naik takhta. Namun, kondisi China yang kalah dalam perang opium, merajalelanya pemberontakan petani karena gagal panen hingga korupsi di kalangan pejabar istana membuat Yehonala disalahkan. Ia disalahkan karena ia perempuan dan kepemimpinan perempuan dianggap menghancurkan dinasti China yang dibangun sejak beribu tahun lalu.

Sekuel Empress Orchid ini menggambarkan proses yang dijalani Yehonala sebagai ibu bagi kaisar, lawan politik bagi para pejabat istana yang konservatif, serta negarawan yang dibenci karena dianggap membawa China pada kehancuran. Di masa ini, China berada diambang kehancuran dan pemerintahan putranya yang lemah semakin melemahkan China. Terutama, ketika putranya terpancing untuk menerima ide para aktivis Jepang yang sesungguhnya berusaha menghancurkan China dari dalam istana. Karena kebijakannya tidak populer dan oleh para musuhnya dianggap mengganganggu stabilitas kekaisaran China, Yehonala digambarkan sebagai perempuan kejam yang ambisius. Ia terpaksa harus menandatangi banyak perjanjian dengan asing yang pada akhirnya menjatuhkan China dan dengan bantuan media, musuh-musuhnya didalam dan dliuar istana dapat dengan mudah menggambarkannya sebagai pemimpin yang kejam. Bahkan cerita mengenai dirinya, yang dimuat dalam media asing seperti Times, menggambarkannya sebagai sosok yang ambisius, menyukai kesenangan dan kejam. Dalam kesepiannya, karena orang-orang disekitarnya menyalahkan kebijakannya, ia dibantu panglima Yung Lu (orang yang dicintainya dan mencintainya) dan Pangeran Kung (adik mendiang suaminya), Yehonala berhasil melalui rintangan dengan baik. Sebelum ia meninggal, istana nyaris habis akibat kebakaran hebat dan rakyat China dalam kondisi kelaparan, sementara negara-negara asing menyerbu China dengan perang Opium dan teknologi seperti mobil. Setelah ia meninggal dan China dipimpin Pu Yi, China hancur dan jatuh ke tangan Jepang.

Perempuan inilah Tzu Hsi, the Empress Orchid yang mahsyur itu.

Min menggambarkan sisi kehidupan Yehonala tak seperti yang digambarkan musuh-musuhnya selama ini. Yehonala sesungguhnya menyadari bahwa dengan menjadi anggota keluarga istana ia tak bisa keluar selamanya. Jika tak berusaha menjadi kuat, maka ia akan berakhir sama seperti para selir kaisar terdahulu yang menjalani masa tua di kuil di dalam istana dalam kesepian, miskin dan nyaris gila karena tak bisa kembali pada keluarga mereka. Melalui kedua novel ini, Min juga menggambarkan bagaimana keresahan Yehonala selama hidup di istana yang terbelit dalan intrik dan perebutan kekuasaan para pejabat konservatif, dimana seringkai Yehonala lah yang menjadi korbannya sehingga citranya di mata masyarakat China semakin buruk. Namun, aku menyukai Yehonala dan keberaniannya menentang dominasi laki-laki dan upaya-upayanya dalam menjalin perjanjian dengan musuh-musuhnya sebagai alat mengulur waktu bagi China menyusun kekuatan dan memberi kesempatan pada putranya untuk menunjukkan kepemimpinannya, meski pada akhirnya putranya pun membencinya dan China jatuh dimasa Pu Yi. Its awesome

Sebuah dokumentasi bernama Wings Over China cukup menarik untuk dipelajari, terutama untuk menghubungkannya dengan kisah Ratu terakhir China dan nasib kerajaan saat revolusi menuju Republik.

Pearl of China, karya Min yang terbaru ini bercerita tentang persahabatan Pearl -anak misionaris Amerika- dan Willow Yee -gadis miskin yang kedapatan mencuri di rumah keluarga Pearl. Kisah ini bercerita tentang keeratan persahabatan antar keduanya hingga pandangan Pearl tentang China sebagai tempat hidupnya sejak ia lahir. Pearl yang kelak dikenal sebagai penulis Pearl S.Buck (Aku juga pernah membaca bukunya yang berjudul Maharani) lahir tahun 1892 dan meninggal pada 1973 (81 tahun). Ia hidup dalam 4 zaman kekuasaan sejak zaman Ratu Tzu Hsi hingga Mao. Sebagai penulis yang jujur dengan karya-karyanya, ia bahkan harus rela dibenci oleh Jian Ching atau Nyonya Mao yang pada saat itu merupakan salah satu petinggi Komunis di China. Membaca Novel ini sama dengan membaca sejarah China dalam 4 kekuasaan. Untuk melengkapinya, sebaiknya juga memcaba karya Min yang lain dan tentu saja karya Pearl S. Buck. Meski cara penuturan mereka berbeda, yang pasti dari keduanya pasti akan ditemukan satu pandangan yang sama, sebab keduanya memiliki kecintaan yang sama dalamnya pada China sebagai tanah air mereka. 

Sumber gambar:
https://en.wordpress.com/tag/empress-of-china/
http://cbi-theater-1.home.comcast.net/~cbi-theater-1/life_090841/wings.html

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram