Bogor Trip and Adventure







Aku dan teman-teman fellows IFP sebelum bermain-main dengan alam

Menjadi bagian dari keluarga besar penerima beasiswa International Fellowship Program (IFP) dari the Ford-Foundation merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagiku. Selain karena aku mendapatkan pendanaan untuk melanjutkan studi Master, aku juga dipertemukan dengan manusia-manusia hebat yang layak menjadi teladan. Dari mereka aku belajar menjadi teman, rekan belajar dan rekan dalam membangun mimpi-mimpi. Aku percaya Allah memberiku kesempatan ini agar aku berani melangkah menuju mimpi-mimpi yang kubangun sedari kecil. Aku bahagia menjadi bagian dari sebuah keluarga besar yang juga ada puluhan negara-negara 'berkembang'.



Sibuk menikmati perjalanan di Bis menuju Bogor
Aku percaya bahwa setiap orang adalah istimewa dan dari mereka aku belajar banyak hal. Ada pribadi-pribadi yang tidak mengeluh dengan segala persoalan yang dihadapinya, melainkan terus melaju menjadi solusi. Ada pribadi yang sangat rendah hati meski ia telah dikenal luas dengan berbagai karyanya dan memilih begitu bijak dalam menjalani hidup yang penuh puja-puji. Ada yang masih labil dan terus melakukan percobaan-demi percobaan dalam meraih kesuksesan. Dan mereka semua adalah guru dalam hidupku. 


Sarapan kolak. Jam dua subuh aku bangun demi membuat kolak yang menjadi salah satu kesukaan teman-temanku. Aku senang saat mereka berebut kolak buatanku dan aku menganggap bahwa mereka menerima kelebihan yang kumiliki, hehehehe...
Perjalanan kadangkala hanya dimaknai untuk bersenang-senang saja. Tapi sebenarnya perjalanan bersenang-senang kali ini tetap saja menjadi sebuah media pembelajaran bagiku tentang makna berjuang dalam hidup. Hidup, bagaimanapun juga adalah teka-teki dan harus diselesaikan agar aku bisa bernafas lega. Bersenang-senang di sebuah kawasan wisata di Bogor merupakan sebuah kemewahan bagiku. Selain karena aku bisa bersua dengan alam yang segar, juga bisa bersenang-senang dengan teman-temanku secara bebas di luar kelas. Tak ada yang bisa membedakan kami pintar atau tidak pintar dalam kegiatan ini, karena kami sama-sama saling memerlukan, mendukung dan menyayangi.


Sudah lelah bermain dan kami menyempatkan diri berphoto sebelum pulang ke Jakarta. Ah senangnya melihat semua wajah tersenyum bahagia.

Kembali ke Jakarta...
Aku percaya bahwa apa yang kualami hari ini, baik kegembiraan maupun pembelajaran merupakan kehendak Allah. Bahwa Allah telah menyediakan untukku apa-apa yng bahkan tak pernah terpikirkan sama sekali bertahun-tahun lalu. Betapa sebuah keinginan dapat menjelma keajaiban dan aku selalu terkagum-kagum diakhir pentas...


Lembur Pancawati, Bogor, 27 Maret 2011

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram