SAAT LULUS BEASISWA IFP




Saat menjelang lulus SMA, kota yang paling ingin kusinggahi adalah Bandar Lampung. Rasanya kota ini menjadi magnet terbesar dalam hidupku setelah aku menghabiskan waktu yang panjang di kampung halamanku, sebuah desa pertanian yang tak kunjung berkembang. Tetapi kini, aku merasa bosan tinggal di Bandar Lampung. Entah kenapa, pokoknya bosan saja. Seakan-akan bosan itu tanpa alasan. Kerja bosan, makan bosan, nonton bosan, tidur bosan, keluyuran bosan, mengamati bosan, ke gunung bosan, sms-an bosan, internetan bosan, ngapa-ngapain pokoknya sedang bosan. Gak ada ide. Pengen banget berdiri di bawah hujan, menangis dan tertawa dibawahnya, membersihkan segala yang melekat dalam kehidupanku. Tak ada hujan.

Kerjaan banyak, laptop rusak, data terpendam, banyak yang request data, huh....

Hm, berapa hari gak buka email ya? meski di kantor sepi karena Direktur dan beberapa staf menghadiri undangan lembaga rekanan, tapi aku males banget pulang ke kosan. Bosan. Bosan dengan jalanan yang menjamu menu itu-itu aja di penghujung petang. Macet, mumet, kacau. Aku merasa hidupku tak banyak berguna. 

Lalu aku memutuskan untuk duduk di depan komputer yang sering dipakai oleh siapa saja yang datang ke kantor. Aku membuka email. Sebab telah beberapa hari aku tak membuka email sejak laptop rusak. Sebuah email ajaib mengejutkanku dan melemparkanku dari kobosanan yang nyaris merampas seluruh energiku. Aku melihat namaku. Ya, namaku menjadi satu dari 50 nama ajaib yang 'mempesonaku' hingga jantungku berdegup begitu keras. Aku seperti terlempar oleh kegembiraan yang meledak-ledak umpama kembang api di udara. Aku merasa begitu ringan, seakan-akan aku menjadi Shizuka yang terpental ke berbagai tempat dalam mesin waktu bersama Doraemon dan Nobita. 

Ya, akhirnya datang juga kesempatan yang kutunggu selama setahun ini. Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh. Oh, jantungku masih berdegup kencang dan tubuhku gemetar. Bagaimanapun berita ini adalah jawaban atas kerja kerasku selama setahun dalam melamar beasiswa bergengsi ini. 

Beberapa kawan di kantor bertanya apakah aku sakit dan apakah perlu mereka mengantarku pulang, kubilang lihatlah email ini, benar gak sih isinya atau aku cuma mimpi, atau salah kirim. Mereka bilang semuanya benar dan, "selamat." kata mereka sembari tersenyum.

Lalu kebosanan yang sedang melandaku pecah seketika. Hidupku kembali menjadi penting. Aku punya agenda bejibun. Untuk pertama kalinya aku akan mengurus pembuatan paspor ke kantor imigrasi, mengurus beberapa dokumen ke kampus, beli tiket pesawat Lampung-Jakarta, dan siap-siap ke Jakarta untuk bergumul dalam kehidupan baru sebagai calon mahasiswa Internasional.

Lampung, 19 Agustus 2010

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram