Saat Cinta Masih Menunggu


Aku menunggumu 
dibawah cahaya bulan 
sembari melukis langit malam 
yang dipenuhi keajaiban. 
Aku percaya bahwa 
kesetiaan merupakan hakikat dari cinta, 
cinta yang hidup didalam jiwa, 
yang sama setia dan sama menunggu.

Aku menunggumu 
dibawah rindang cempaka 
yang daun-daunnya menari. 
Aku percaya bahwa cinta 
tidak serupa daun yang hidup singkat
 lantas menjadi kering dan berguguran ke bumi. 
Bagiku, cinta serupa pergerakan siang dan malam 
beserta matahari dan bulan sebagai pengiringnya, 
yang berdampingan 
dan menunaikan tugasnya masing-masing 
tanpa harus merasa didominasi atau mendominasi. 
Sebab itulah aku percaya, 
aku setia dan aku menunggu.

Aku menunggumu 
di kursi ini, 
sembari mendengarkan suara-suara 
yang melintas dalam pendengaranku 
dan lalu-lalang dalam halaman pikiranku. 
Aku percaya cinta 
bukan sekadar opini tentang dua manusia, 
melainkan tentang bertemunya 
mereka yang dulu dipisahkan. 
Karena itulah aku setia dan menunggu.

Jakarta, 12 Februari 2011

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram