Aku dan Cerita Tentang Hujan # 2




Hujan belum lagi berhenti. Malaikat Israfil di langit Jakarta tengah berpesta pora menuangkan cawan-cawan rezeki untuk manusia dan tumbuhan di bumi. Hujan begini aku jadi ingat bapak. Bapak suka menghabiskan berbatang-batang rokok sambil sesekali menyeruput kopi hitam kental manis khas Lampung. Kopi yang dipetik dari kebun kami dan kami olah sendiri hingga menjadi bubuk yang menggoda. Biasanya, kami sekeluarga menikmati segelas kopi hitam kental manis bersama sepiring pisang goreng hangat. Hm, nikmatttttt sekali. Kapan ya bisa pulang? 

Dengarlah, hujan menjauh. Awan kelabu di langit kian menipis dan butir-butir hujan tersapu angin entah kemana...

Yang tersisa hanya atap-atap yang menggigil, memangku tugas melindungi tidur manusia. Oh, betapa baiknya alam memomong pecinta dan perusaknya. Manusia telah terlelap dalam buai hujan, mari pergi ke tempat lain, kukira begitu ujar mereka pada angin yang sedari tadi diam...

Ya ampun, ternyata hujan kembali lagi dan di langit kami masih hujan. Hujan menderas, deras dan semakin deras...

Jakarta, 10 Januari 2011

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram