Cerita Tentang Jakarta # 7



Hari ini, kami hanya belajar satu kali saja. Lalu kami menuju sebuah ruangan. Kami dijadwalkan bertemu dengan pemimpin program ini di Indonesia. Dan ada seorang bule dari Amerika sana yang berbagi cerita dengan kami. Dan kami juga diberi tahu tentang siapa saja yang sudah memperoleh letter of accaptance dari universitas. Aku berdebar-debar menunggu, dan ternyata aku mendapat LA dari dua universitas, yaitu dari Utrecht University dan ISS, tetapi ya conditional letter karena Bahasa Inggrisku masih berantakan. Tapi lumayan, ada harapan. 

Pasca meeting tadi kami dihadiahi makan siang gratis. Hm, menunya itu loh, sungguh menggoda. Yang paling lezat adalah sayur asam, sambal dan nasi timbelnya. Kalau ada nasi timbel dan sayur asam, makanan ini pasti dipesan dari rumah makan Sunda. Nasi timbel membuatku kangen kampung halaman dan nasi timbel buatan Bibiku.

Nasi timbel yang harum ini membuatku nineng pisan dengan makanan-makanan khas tanah Pasundan. Membuat nasi timbel itu very simple dan sebenarnya aku bisa membuatnya di kostan. Modalnya cuma nasi -ngeunah pisan klo nasinya pulen & nggak di masak di rice cooker tapi di seeng / dandang khas Sunda dan menggunakan kayu bakar- dan daun pisang segar. 

Jakarta, 11 Januari 2011
-Makan gratis yang enak banget, mau lagi dong...-

 

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram