Cerita Tentang Jakarta # 16


Pagi ini aku masuk kelas lebih dari pukul delapan, nyaris pukul delapan tiga puluh. Aku kesal sekesal-kesalnya di kostan. Tapi nggak apa-apa, aku lumayan senang masuk agak telat sehingga aku bisa melihat dan merasakan suasana di jalanan pasca para siswa masuk ke sekolah mereka masing-masing, so nggak terlalu banyak orang yang lalu-lalang di jalanan. Hm, karena aku nggak sempat sarapan dan memang ogah sarapan karena perutku mual, aku beli air jeruk hangat di kantin UI. Lumayan untuk menghangatkan perut, menambah vitamin dan menambah energiku yang hilang sejak seminggu lalu (moga bisa). 

Masuk kelas, eng ing eng, kayak siswa baru yang baru masuk kelas di hari pertama, keasingan menyapaku dan membuatku merasa harus menyesuaikan diri kembali dengan kawan-kawanku. Seorang kawan bertanya, "Hi Madam, why my writing paragraph did not edit yet ? I am still waiting ... and couldn't find it" dan seorang lagi berharap, "Hi Mam, could you find my writing ? i hope you can check it and givee me feedback ...Thank a lot...' dan malah dijawab begini: "Hi everyone! I've been very busy these last few days, so I didn't have a chance to check your work. I'm opening the workspace now. Hopefully I'll be able to have all the correction done by tomorrow morning." Oh ya, aku jadi ingat hasil edit-mengedit tulisanku dan setelah susah payah aku mengerjakan PR disaat aku harus juga mengerjakan essay-ku, eh ternyata bu Marti nggak ngoreksi hasil kerja kerja keras kawan-kawanku dan aku dengan alasan sibuk. "I'am busy", ya ampun, "Me, too, Mom". Huh, kalau begini terus, kapan akan ada kemajuan di lesson writing? Ahhhhhhh payahhhhhh!!! gimana mo maju klo begini terus??????

Kelas ini seperti kereta yang berjalan begitu lamban....
Aku paling nggak suka kelas writing ini....

Jakarta, 21 Januari 2013

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram