Apakah Cinta Memiliki Batas?


Apakah cinta memiliki batas, sebagaimana kita membatasi kepada siapa memberi atau dari siapa menerima pertolongan? Atau seperti kita membatasi langit dengan lapisan udara berwarna biru? Atau seperti kita membatasi berbagai jadwal sehari-hari? Atau seperti kita membatasi asupan makanan atau minuman agar kita tidak sakit? Atau seperti kita membatasi pemberian uang pada para perempuan jika hendak berbelanja? Atau seperti kita membatasi pertemanan, tentang siapa kelompok dan siapa bukan? Atau seperti kita membatasi ruang antara  laki-laki dan perempuan? Atau seperti kita membatasi kepada siapa percaya dan kepada siapa tidak? Atau seperti kita membatasi siapa yang karyanya bisa dihargai dan siapa yang tidak? Atau seperti kita memilih menjadi orang baik atau tidak baik? 

Apakah cinta memiliki waktu? 
Apakah cinta menentukan kepada siapa dia layak diberikan?
Apakah cinta menjadi standar kebahagiaan?
Apakah cinta bisa datang dan pergi sesuka hati?
Apakah cinta bisa dinamakan 'politik'?
  
"Seseorang akan menjadi kuat apabila melindungi seseorang yang dicintainya" (Haku). Aku mendapatkan kalimat ini dari status seorang teman di Facebook. Lalu, apakah cinta membutuhkan perlindungan?

Jakarta, 9 Januari 2011

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram